6 langkah membuat WordPress jadi secepat “The Flash”

The flash ikut lari maraton.. pelari lain cuma jadi penonton..

Keren ngga pantun saya.. Hehehe..

Oh ya, kamu tahu the flash kan? Itu loh superhero yang punya kecepatan luar biasa..

Kalau lari bisa secepat cahaya petir..

Coba bayangkan saja bila the flash ikutan lomba lari maraton..

… jarak 10 kilo yang normalnya dapat diselesaikan dalam waktu 1 jam..

… bisa jadi dapat dia selesaikan hanya dalam waktu 1 detik.

Saya yakin, kalau the flash ikutan olimpiade maraton, sudah pasti dia akan jadi juara 1 terus.

Nah.. ngomongin blog nih..

Blog kita juga harus memiliki kecepatan seperti the flash.

Kecepatan yang saya maksud disini artinya, kecepatan loading ya..

Semakin cepat blog kita, maka semakin banyak keuntungan yang kita dapat.

Coba bayangkan, bila kamu membuka sebuah blog, dan loadingnya lamaaa banget.

1 detik… 2 detik… 3 detik.. ……. 9 detik.. 10 detik..

Ahhhh.. lama bangeeet…

Kondisi seperti itu, saya yakin bakal bikin kamu gemes dan males..

Kalo saya sih.. di detik ke 3 sudah saya close itu website.. maklum, saya orangnya ngga sabaran. Hehe..

Artinya apa.. Semakin lambat websitemu, maka semakin besar peluang untuk kehilangan visitor.

So, pastikan blogmu punya kecepatan tinggi..

Bagaimana cara mengetahui kecepatan blog?

Nah, untuk mengetahui kecepatan blogmu.. kamu bisa gunakan tools yang bernama GTMetrix.

Buka web tersebut, kemudian inputkan nama blogmu, kemudian klik tombol “Test your site”.

Biarkan GTMetrix memprosesnya..

Setelah beberapa detik, maka tadaaaa.. keluarlah hasilnya..

Nah, di bagian performance score, ada dua indikator yang dapat kamu lihat, yaitu PageSpeed Score, dan YSlow Score.

Sebisa mungkin, kedua indikator ini punya nilai A (diatas 90%)

Jika kamu dapat nilai dibawah 76%, itu berarti website kamu termasuk lambat, dan perlu segera kamu optimasi.

Nah, setelah mengetahui kecepatan blogmu, sekarang saatnya melakukan optimasi..

Saya ngga akan bagikan cara-cara yang terlalu teknikal ya..

Yang bakal saya bagikan adalah beberapa hal yang “gampang” kamu kerjakan.

Cara membuat blog jadi super cepat

Well, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk membuat blog mu jadi super cepat.

Hal-hal dibawah ini saya rangkum berdasarkan pengalaman saya menjalankan beberapa blog, selama beberapa tahun.

So, bagi kamu yang punya blog yang loadingnya kayak siput.. Ikuti beberapa langkah berikut..

1) Pilih hosting yang kencang

Hosting sangat berpengaruh pada cepat tidaknya loading website.

Oh ya, jika kamu belum tahu apa itu hosting..

Hosting adalah tempat dimana kita meletakkan file-file website kita.

So, usahakan dari awal, gunakan hosting yang ciamik.

Sedikit cerita..

Dulu saya menggunakan hosting yang murah meriah, yah.. maklum waktu itu masih kuliah, dan minim duit..

Hasilnya.. blog saya sering down, dan ngga bisa diakses.

Kemudian saya pindah hosting yang agak mahalan..

Namun ternyata, setelah berjalan beberapa tahun.. kejadian yang sama terulang lagi.

Blog saya sering banget down, dan lemooooott abiss..

Lalu, di tengah jalan.. saya menemukan satu web server bernama Litespeed.

Web server ini sangat ringan, dan cepat.

Setelah saya eksperimen, ternyata cucook sekali untuk blog saya.

Dan akhirnya.. sampai sekarang saya selalu memilih hosting yang menyediakan Litespeed.

Di luar negeri, ada beberapa hosting yang menyediakan web server ini.

Namun jika kamu ingin membeli dari perusahaan Indonesia, kamu bisa coba beli di Niagahoster.

2) Pilih themes yang ringan

Salah satu yang mempegaruhi kecepatan loading blogmu adalah themes yang kamu gunakan.

Jangan pernah memilih themes yang berat.

Kalau saya sih simpel saja ya..

Pilih themes yang punya fitur cukup banyak, namun tetap ringan.

Kalau saya sih menyarankan kalian untuk menggunakan GeneratePress.

Themes ini sangat ringan, walaupun punya fitur seabreg..

Dan saya menggunakan themes ini hampir untuk semua website saya.

3) Hapus themes yang tidak perlu

Normalnya, WordPress menyediakan beberapa themes default, seperti:

  • Twenty sixteen
  • Twenty seventeen
  • Twenty eighteen
  • Twenty nineteen
  • Dan theme terbarunya di tahun 2020 ini, yaitu twenty twenty.

Nah biasanya, saat kamu menginstall WordPress, themes-themes tersebut akan ikut terinstall.

Artinya, kamu punya semua themes tersebut di blogmu.

Padahal, sebetulnya kamu hanya perlu satu themes yang berperan sebagai theme default.

So, yang perlu kamu lakukan adalah.. pilih salah satu themes terbaru, kemudian hapus themes lainnya.

Kalo saya sih, akan menyimpan themes twenty twenty, kemudian menghapus themes lainnya. (Kecuali GeneratePress)

4) Hapus plugin yang berat

Saya tahu sih, ada banyak plugin menarik yang dapat dipasang di WordPress..

Dan saya yakin, banyak diantara kamu yang penasaran dan rajin menguji coba plugin, hehe..

Namun kamu harus tetap bijak ketika menginstallnya..

Install plugin-plugin yang kamu butuhkan saja, sedangkan plugin lainnya.. mending dihapus.

Oh ya.. ada satu plugin yang sejak lama saya gunakan.. yaitu JetPack.

Saya yakin, banyak diatara kamu yang menggunakan plugin ini..

Namun beberapa bulan yang lalu, saya memutuskan untuk menghapusnya.

Website-website saya yang menggunakan plugin ini.. waktu loading nya jadi supeerrr lamaa..

Dan setelah saya menghapus plugin ini, ternyata efeknya lumayan juga..

Loading time menurun sekitar 50%.

5) Compress image

Image juga sangat berpengaruh pada waktu loading blogmu.

Ketika kamu mengambil image dari internet, atau kameramu sendiri, pastikan kamu mengcompressnya.

Kamu bisa install plugin image optimizer di WordPress, seperti EWWW Image Optimizer, ShortPixel, dll.

Atau kamu juga bisa secara manual mengcompress image tersebut, sebelum menguploadnya di blog.

Gunakan servis tinypng untuk melakukan kompresi image.

6) Install plugin caching

Salah satu plugin yang wajib kamu install adalah plugin caching, yang gunanya untuk membuat ringan blogmu.

Saya pernah mencoba beberapa plugin, seperti W3 Total Cache, dan WP Super Cache.

Memang sih efeknya lumayan kerasa, blog saya jadi lebih kenceng dari biasanya.

Namun setelah saya menginstall WordPress di web server LiteSpeed, pilihan saya pun akhirnya berubah.

Sekarang saya menggunakan plugin Litespeed Cache untuk mempercepat blog saya.

Alhasil.. blog saya sekarang bisa tampil kurang dari 3 detik, dalam kondisi internet normal.

Jika kalian lihat pada analisa GTMetrix sebelumnya, nilai A saya dapatkan setelah saya menggunakan plugin litespeed cache.

Dimana sebelumnya, saya hanya mendapatkan nilai C untuk performance blog saya. Hehe..

So, saya sangat menyarankan kamu menggunakan plugin ini.

Kesimpulan

Menurut saya, punya blog cepat itu bukan lagi pilihan, tapi sudah jadi keharusan.

Banyak sekali kerugiannya jika blogmu selemot siput.

Salah satu yang paling mudah dilihat adalah, visitor blogmu akan berkurang drastis.

Untuk menganalisa apakah blogmu termasuk cepat atau tidak, kamu dapat menggunakan tools gratisan bernama GTMetrix.

Usahakan kamu mendapatkan nilai A untuk Performance testnya.

Jika kamu mendapatkan nilai dibawah 76%, maka bisa dipastikan, blogmu termasuk dalam kategori lambertos, dan harus segera dioptimasi.

Nah, saya sudah memberikan beberapa tips untuk mempercepat blogmu, seperti..

  • Menggunakan hosting yang bagus
  • Memilih themes yang ringan
  • Menghapus themes yang ngga diperlukan
  • Menginstall plugin yang diperlukan saja
  • Menggunakan plugin cache, dan lain sebagainya.

Nah, jika kamu punya tips dan trik lainnya, untuk mempercepat blog.. Kamu bisa tuliskan di kolom komentar di bawah.

Saya yakin masukan darimu bakal membantu teman-teman lainnya untuk mengembangkan blognya.

So, saya harap artikel kali ini bermanfaat buat kamu.

Jangan lupa share and komen ya.. ๐Ÿ™‚

2 thoughts on “6 langkah membuat WordPress jadi secepat “The Flash””

Leave a Comment

Copy link
Powered by Social Snap