Masih belum dapat downline? Mungkin selama ini caramu keliru!

“Saya sudah salah langkah!!!”

Well, itu yang terbesit di benak saya setelah saya mengetahui bahwa, selama ini ternyata saya telah salah langkah.

Kebanyakan orang yang bergabung di bisnis MLM hanya tahu mengenai model bisnisnya saja.

Namun mereka buta tentang bagaimana cara menjual, dan bagaimana cara memasarkan bisnisnya.

Padahal kedua hal ini sangatlah penting.

Meskipun saya sudah mengikuti apa yang diajarkan oleh perusahaan MLM saya, namun saya merasa bahwa strategi yang mereka ajarkan sulit sekali untuk diterapkan.

Dari puluhan orang yang saya prospek, mungkin hanya 1-2 orang yang mau join.

Itupun kalau lagi beruntung! ?

Nah apa yang salah dari strategi tersebut, dan bagaimana seharusnya langkah yang benar.

Saya akan bahas di artikel ini.

So, baca sampai selesai ya..

Apa yang selama ini kita lakukan

Saya suka sekali dengan mainan yang harus dirakit sendiri.

Seperti kapal perang, mobil, bahkan robot.

Sempat dulu saya koleksi banyak sekali model mainan seperti itu, salah satunya Megazord-nya Power Rangers.

Itu loh, robot gede yang biasanya muncul di akhir film, untuk nge-habisin musuh.

Meskipun masih kecil, namun saya sangat lihai memasang satu bagian ke bagian yang lain, hingga terbentuk sebuah robot yang bisa bergerak-gerak.

Namun ketika saya perhatikan, robot yang saya buat agak bermasalah di bagian engsel tangan kirinya, karena pergerakannya ngga semulus tangan satunya.

Kemudian saya perhatikan dengan detail, dan mulai saya lepas bagian demi bagian.

Dan benar saja! Ada satu bagian di engsel yang urutan pemasangannya terbalik.

Setelah saya betulkan, akhirnya robot saya bisa bergerak dengan lancar.

Bagaimana bila saya diamkan saja? Pasti tangan kirinya bakal cepat rusak, bahkan patah.

Dalam bisnis MLM, kita-pun pasti diajarkan step-by-step untuk melakukan perekrutan downline, dan biasanya urutannya adalah seperti ini:

Perusahaan > Produk > Diri Sendiri

Dimulai dengan memperkenalkan kehebatan produk, kemudian seperti apa sih perusahaan MLM-nya, dan yang terakhir, baru mempromosikan diri sendiri.

Apa ada yang salah dengan urutan diatas?

Nope! Ngga ada yang salah!

Karena cara diatas masih dapat bekerja dengan baik.

Saya masih ingat sekali bagaimana upline saya melakukan presentasi bisnis kepada saya..

Waktu itu saya datang di tokonya hanya untuk nongkrong sambil ngobrol saja, tapi tiba-tiba beliau memberikan presentasi bisnisnya..

Pertama beliau menceritakan asal usul perusahaannya, seperti apa perusahaannya, bisnis yang dijalankan apa saja, seberapa stabil perusahaannya, dan lain sebagainya.

Kemudian dilanjutkan dengan presentasi produk.

Seperti apakah produknya.. Seberapa berkualitas produknya.. Bagaimana produknya dapat membantu mengatasi masalah banyak orang.. Bagaimana produknya dapat mengatasi masalah saya.. Dan lain sebagainya.

Apakah saya tertarik?

Ngga sama sekali.. Saya hanya tertarik menjalankan bisnis MLM jika saya ditempatkan di bawah beliau, karena saya tahu beliau sudah sukses di bisnis ini.

Singkat cerita, ketika saya terjun dan mulai mengikuti training-training.. Saya mulai menyadari bahwa, ternyata presentasi yang biasanya mereka lakukan adalah “Template.”

Maksudnya, presentasi tersebut sudah ada kerangkanya, dimulai dari presentasi perusahaan, kemudian presentasi produk, dan terakhir, presentasi mengenai diri sendiri.

Dan kerangka itu sudah menjadi kerangka paten yang diikuti oleh seluruh anggota perusahaan MLM saya.

Apakah kemudian saya bisa mengikuti template tersebut dan kemudian dengan mudah mendapatkan downline.

Nope! Saya malah merasa sangat kesulitan.

Kembali lagi ke cerita robot diatas..

Meskipun urutannya salah, tetapi tangan robot tersebut masih bisa digerakkan.

Namun ketika tangan tersebut digerakkan secara terus-menerus, lama-kelamaan bisa rusak, bahkan patah, karena pengunci engselnya urutannya salah.

Mungkin selama ini kamu sudah mempresentasikan bisnismu dengan urutan diatas, yaitu Perusahaan > Produk > Diri Sendiri.

Bagi beberapa orang, cara tersebut mungkin dapat berjalan, namun bagi banyak orang lainnya  termasuk dirimu ─ cara tersebut mungkin cenderung sulit dilakukan.

Akibatnya bisnis MLM yang kamu jalankan akan stagnan, bahkan bisa jadi akhirnya kamu menyerah dan berhenti berbisnis MLM.

Apa yang seharusnya dilakukan

So, daripada melakukan perekrutan dengan urutan diatas, coba rubah urutannya menjadi seperti ini.

Diri Sendiri > Produk > Perusahaan

Mungkin ini kedengarannya ngga masuk akal ya.

Tapi yang saya bagikan ini memang sudah terbukti, karena saya sendiri sudah mempraktekannya.

Kebanyakan orang menawarkan bisnis MLM dengan memperkenalkan perusahaannya ataupun produknya terlebih dahulu.

Well, mungkin beberapa orang memang tertarik dengan produknya, karena mereka membutuhkannya.

Tapi menurut pengalaman saya, sebagian besar orang tertarik untuk bergabung di bisnismu, bukan karena produk ataupun perusahaan MLM-nya, namun mereka join karena “Dirimu”.

People Follow People.

Ingat, bahwa orang itu mengikuti orang, mereka tidak mengikuti produk atau perusahaan.

So, daripada langsung memperkenalkan pada perusahaan ataupun produknya, mulai dengan memperkenalkan dirimu sendiri.

Memperkenalkan diri sendiri bukan berarti hanya menyebutkan nama, latar belakang dan lain sebagainya.

Namun maksud saya adalah, perkenealkan seperti apa dirimu di bisnis MLM.

Mengapa kamu menjalankan bisnis ini..

Kamu itu tipe leader yang seperti apa..

Apa keahlianmu di bisnis MLM..

Dan yang paling penting lagi adalah..

Seberapa jauh kamu dapat membantu prospekmu untuk bisa sukses di bisnis MLM..

Ketika kamu dapat meyakinkan prospekmu, bahwa kamu dapat membantu mereka untuk sukses di bisnis MLM..

Bahwa kamu dapat menuntun dan membimbing mereka untuk sukses..

Bahwa kamu dapat memimpin mereka dan mengajarkan pada mereka untuk bisa sukses membangun bisnis MLM..

Maka produk ataupun perusahaannya menjadi tidak penting lagi.

Kenapa bisa begitu?

Karena prospekmu sudah menaruh kepercayaan 100% kepadamu.

Ingat “Kepadamu” bukan kepada perusahaan ataupun produknya.

So, cara diataslah yang saya gunakan selama ini untuk membangun bisnis MLM secara online.

Saya ngga pernah memperkenalkan perusahaan MLM saya..

Saya juga ngga pernah sedikitpun menyebut produk-produk MLM saya..

Yang saya bawa hanyalah “Diri saya.”

Seberapa jauh saya bisa membantu prospek saya untuk sukses di bisnis ini.

Seberapa jauh saya bisa memimpin mereka untuk bisa membangun bisnis MLM.

Ketika mereka sudah percaya kepada saya, maka perusahaan ataupun produknya tidaklah menjadi penting.

Ketika prospek sudah percaya kepadamu, maka perusahaan MLM ataupun produknya tidaklah menjadi penting.

Kesimpulan

Sebagian besar perusahaan MLM memiliki template presentasi-nya sendiri.

Dan biasanya urutannya dimulai dengan presentasi perusahaan, presentasi produk, baru kemudian presentasi diri sendiri.

Urutan diatas sebetulnya ngga salah, namun bagi saya, urutan tersebut ngga bisa bekerja secara maksimal.

Alasan utama saya gabung di bisnis MLM bukanlah karena perusahaannya, bukan pula karena produk-produknya, namun karena pribadi yang mengajak saya bergabung.

Jika pribadi tersebut dapat membantu saya untuk sukses di bisnis MLM, maka saya akan bergabung.

So, alasan saya bergabung, sebagian besar ditentukan oleh seberapa bagus sosok yang melakukan presentasi kepada saya.

Ketika saya melakukan presentasi dengan menggunakan urutan perusahaan > produk > diri sendiri, saya merasa lebih sulit untuk mengajak prospek bergabung.

Walaupun tidak semua orang mengalami hal yang sama dengan saya, tapi sebagian besar pasti menolak.

Lain cerita ketika saya merubah urutannya menjadi diri sendiri > produk > perusahaan.

Urutan diatas membuat saya jadi lebih mudah untuk mengajak orang bergabung.

Ketika dijalankan secara online, bahkan tanpa meminta prospek bergabung-pun, mereka akan bergabung dengan sendirinya.

So, saya ngga against strategi yang selama ini diajarkan oleh perusahaan MLM-mu, namun bila ada strategi yang lebih baik, kenapa ngga dicoba. ?

Baca ini juga:

8 thoughts on “Masih belum dapat downline? Mungkin selama ini caramu keliru!”

    • Kamu ngga perlu sukses dulu untuk mengajak teman bergabung..
      Ini mudah banget dilakukan secara online.. Saya sendiri ngga pernah mengajak orang untuk bergabung, namun banyak loh yang kirim email kepada saya, dan mereka request untuk bergabung di team saya..
      Nanti saya akan bahas gimana caranya.. Pantengin terus blog ini ya.. ?

      Reply
  1. Hallo David,
    Thank you buat blog nya. Btw David disini ngajarin strategi untuk online rekrut downline MLM atau hanya sharing blog?
    Klo iaa, gimana caranya untuk dapat sharing cara rekrut downline nya?

    Thank you

    Reply
  2. Saya sangat tertarik dengan penjelasan Pak David. saya tunggu info tentang bagaimana bisa merekrut secara online, walopun saya sendiri baru memulai dan belum sukses di bisnis MLM pak. terima kasih, sukses selalu untuk pak David

    Reply

Leave a Comment

Rekrut Prospek Tanpa Ribet, Tanpa Memaksa, dan Tanpa Penolakan!

Mau tahu bagaimana cara saya menjaring ribuan prospek dan menghasilkan lebih banyak penjualan, tanpa mengganggu keluarga ataupun teman?

Copy link
Powered by Social Snap