Cara sukses membangun bisnis MLM melalui blogging

Kamu ngga akan pernah menyangka!

Blogging ternyata dapat menjadi strategi “jitu” dalam membangun bisnis MLM secara online.

Saya sering sekali menyarankan untuk mulai dengan blog, ketika seseorang ingin membangun bisnis MLM secara online. Dan saya menyarankan seperti itu bukan tanpa alasan ploh, namun saya sendiri telah membuktikannya.

Buat kamu yang sulit untuk mendapatkan downline, atau belum pernah sama sekali “pecah telor” mendapatkan downline.

Lewat strategi blogging, kamu akan merasakan mudahnya mendapatkan prospek.

Dan prospek yang kamu dapatkan bukanlah prospek abal-abal, namun betul-betul prospek yang berkualitas dan memang siap untuk bergabung di bisnismu.

Lebih dari itu, ketika kamu konsisten membangun blog, maka suatu saat blog-mu akan berubah wujud menjadi sebuah “bisnis”.

Penasaran ingin tahu lebih banyak tentang strategi blogging, baca artikel ini sampai habis! ?

Mengapa harus blogging?

Tujuan utama membangun bisnis secara online adalah memperluas jangkauan, artinya dengan jangkauan lebih luas, maka prospekmu juga akan semakin banyak, bahkan bisa jadi tak terbatas.

Sebetulnya ada banyak sarana untuk memasarkan bisnismu, contohnya menggunakan YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, dll.

Namun saya selalu menyarankan untuk membuat website atau blog sendiri. Tujuannya adalah, agar seluruh asset/prospek, menjadi milikmu seutuhnya.

Saya akan berikan contoh sederhana.

Kamu ingin memulai mempromosikan bisnismu dengan menggunakan media Facebook.

Yang kamu lakukan berikutnya adalah membuat satu Facebook Page dan kemudian mempromosikan peluang bisnismu di Facebook Page tersebut.

Dalam beberapa bulan, kamu konsisten memberikan konten-konten menarik di Page tersebut, dan setelah beberapa saat, follower-mu menjadi 10.000 orang.

Senangnya bukan main bukan, ketika mengetahui bahwa kamu memiliki banyak follower/prospek?

Namun keesokan harinya, Facebook mengumumkan adanya perubahaan algoritma, dan hal itu membuat follower-mu turun drastis menjadi 7000 orang.

Itu berarti, dalam sehari kamu bisa kehilangan 3000 follower/prospek.

Sepertinya kok mustahil ya, tapi perlu kamu ketahui, hal itu sering terjadi loh.. ?

Ketika kamu membangun asset bisnismu — yaitu customer/prospek  diatas platform milik orang lain, seperti Facebook, YouTube, Twitter, dll, maka bersiap-siaplah menghadapi resiko kehilangan asset-mu.

Itulah mengapa saya selalu menyarankan untuk membuat blog atau website sendiri, tujuannya adalah untuk mengarahkan prospek ke blog kita, dan kemudian mendapatkan email atau nomor telepon mereka.

Saya ingat kata-kata Chris Ducker, dari You Inc., bahwa, ketika kita membangun bisnis diatas platform orang lain, itu seperti membangun rumah diatas tanah sewaan.

Ketika suatu saat yang empunya tanah ingin menjual tanahnya, maka habislah juga rumah kita.

Membangun bisnis diatas platform milik orang lain itu seperti membangun rumah diatas tanah sewaan.

Apakah itu berarti kita tidak boleh menggunakan platform lain?

Jawabannya adalah “Boleh”, tapi tidak untuk menyimpan seluruh data asset kita — yaitu customer/prospek. 

Kamu boleh kok mendapatkan follower sebanyak mungkin, tapi kamu juga harus menyimpan data follower-mu di tempat penyimpananmu sendiri.

Selama data prospek aman di tangan kita, maka silahkan menggunakan platform lain.

Bagi saya sendiri, saya menggunakan platform lain hanya untuk meningkatkan engagement, dan berinteraksi dengan prospek saya, seperti memposting artikel yang menarik, mengomentari postingan mereka, ataupun chatting.

Manfaat blogging untuk bisnis MLM

Sama seperti strategi lainnya, blogging juga tujuannya satu, yaitu menjangkau orang sebanyak-banyaknya, lalu menjadikan mereka audience atau fans kita.

Setelah audience terkumpul dan mengetahui kehadiran kita di dunia maya, maka langkah selanjutnya adalah, bagaimana menjadikan mereka customer atau rekan bisnis.

Dalam dunia nyata, proses dari pemasaran jaringan memiliki tiga tahapan, tahapan pertama adalah mendapatkan prospek atau berkenalan dengan prospek, tahap kedua adalah networking, artinya menjalin relationship dengan prospek, dan tahap ketiga adalah closing, artinya kita merubah prospek menjadi customer atau rekan bisnis kita.

Di dunia online-pun, prosesnya juga sama, dan semuanya dapat dilakukan lewat blog.

Lewat blog kamu dapat..

#1 Memperoleh prospek baru secara otomatis

Ketika kamu mampu membuat artikel-artikel menarik, maka otomatis akan ada banyak orang/prospek yang mampir ke blog-mu.

Disaat orang sedang asik membaca artikelmu, maka kamu harus cepat-cepat mendapatkan email atau nomor telepon mereka.

Kamu dapat melakukannya dengan memasang “form opt-in” di halaman blog kamu.

Semakin banyak orang yang mampir ke blog-mu, maka semakin besar pula peluangmu untuk mendapatkan lebih banyak prospek.

#2 Menjalin relationship dengan prospekmu

Prospek yang sudah kamu dapatkan harus kamu perlakukan dengan baik.

Kamu harus rajin berkomunikasi dengan mereka, baik lewat saling komentar di blog, melalui email, ataupun sosial media.

Mendapatkan prospek itu mudah, yang paling sulit adalah secara konsisten menjalin relationship dengan mereka.

So, pastikan kamu selalu menyediakan waktu untuk berinteraksi dengan prospekmu.

Semakin sering kamu berinteraksi, maka semakin cepat “trust” itu terbangun.

#3 Merubah prospek menjadi customer atau rekan bisnis

Ketika trust sudah terbentuk, maka kamu dapat dengan mudah mengkonversi prospekmu menjadi customer, atau untuk gabung ke dalam team-mu.

Membuat blog sendiri atau menggunakan web replika?

Pertanyaan ini sudah pernah saya ulas di tulisan saya tentang Web Replika.

Intinya, saya ngga menyarankan kamu untuk menggunakan web replika, meskipun perusahaan MLM-mu telah menyediakannya.

Saran saya sih, lebih baik membuat blog sendiri.

Kamu bisa baca lebih lanjut tentang mengapa saya ngga merekomendasikanmu menggunakan web replika di artikel saya yang lain.

Kamu bisa membacanya disini.

Topik apa yang harus dipilih?

Membuat blog, tentu ngga lepas dari “topik apa yang akan dibahas di blog tersebut.”

Blog yang bagus adalah blog yang spesifik dan menyasar pasar tertentu.

“Lalu untuk bisnis MLM, topik apa yang paling cocok dipilih?”

Jawabannya, “Tergantung!”

Ada dua hal yang dapat menjadi pertimbangan, yang pertama “Apa minat-mu?”, dan yang kedua “Di bidang apakah bisnis MLM-mu bergerak?”

Saya selalu menyarankan untuk membuat blog berdasarkan minat.

Karena untuk menulis artikel itu ngga mudah.

Ketika topik yang kamu bawakan tidak kamu sukai, maka menulis itu berasa berat sekali.

Namun beda ketika kamu menyukai topik-nya, rasanya satu jam, dua jam, tiga jam-pun ngga akan berasa.

So, penting untuk memilih topik berdasarkan minat.

“Eits, tapi tunggu dulu, minat-mu harus mendukung bisnis MLM-mu!”

Sebagai contoh, bila bisnis MLM-mu menawarkan produk-produk suplemen kesehatan, dan kebetulan kamu suka olahraga, maka kamu bisa memilih topik “Olahraga atau Fitness”.

Contoh lain lagi, misalkan perusahaan MLM-mu menjual produk “essential oil“, dan kebetulan kamu menyukai yoga dan meditasi, maka kamu bisa memilih topik di bidang “Yoga ataupun Meditasi”

Ingat ya, jangan memilih topik yang ngga nyambung..

Contoh, perusahaan MLM-mu menjual produk-produk “kosmetik”, lalu kamu memilih topik “Memasak”.

“Jaka Sembung bawa galah, Ya kagak nyambung lah!” ?

Ingat: “Blog yang bagus adalah blog yang spesifik dan menyasar pasar tertentu.”

Memulai blog

Okay, mungkin kamu sudah ngga sabar ingin membuat blog. Lalu apa-apa saja yang harus disiapkan untuk membuat blog?

#1 Hosting

Yang pertama harus kamu siapkan adalah hosting.

Hosting adalah tempat dimana kamu menyimpan file-file website atau file-file blog kamu.

Saya ngga akan jelaskan hal-hal teknikal-nya, namun ketika memilih hosting sebaiknya kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuanmu, dan juga review dari orang lain, jangan sampai salah memilih hosting yang jelek kualitasnya.

Jika kamu memang orang teknik atau IT yang tahu betul seluk beluk jaringan, server, dll, maka saya akan sarankan untuk menggunakan Digital Ocean.

Namun bila kamu buta tentang hal-hal teknikal, dan ingin versi simpelnya, maka kamu bisa gunakan Niaga Hoster.

#2 Domain name

Domain name adalah url website kamu atau url blog kamu.

Contoh domain name adalah: www.pakpid.com, www.google.com, www.bing.com, dll

Nah, sekarang hal yang harus kamu perhatikan adalah, domain name seperti apa yang harus kamu pilih?

Saya selalu menyarankan untuk menggunakan domain name yang mengandung nama kamu, atau jika kamu ingin nama lain, gunakan nama yang simpel yang nanti bakal jadi branding-mu.

Sebetulnya saya bisa gunakan domain name davidsanjaya.com, tapi saya memilih pakpid.com, karena memang nama ini lebih dikenal oleh teman-teman saya dan untuk branding-pun bagus.

So, it’s up to you! Tapi saya sarankan untuk menggunakan nama-mu atau nama panggilanmu.

#3 WordPress

WordPress adalah Content Management System (CMS) yang biasa digunakan untuk blogging ataupun membuat website.

Content Management System atau disingkat CMS adalah tempat kita mengelola konten kita, tempat kita menulis konten, mengupload gambar, mengatur opt-in, dan lain sebagainya.

Saya mengarankan untuk menggunakan WordPress karena mudah sekali digunakan, banyak sekali plugin yang tersedia, dan support-nya bagus.

#4 Themes

Nah, sebetulnya themes tidak terlalu penting sih, tapi kalau dipikir-pikir lagi, themes juga memegang peranan penting dalam branding.

Semakin bagus dan clean tampilan website kamu, maka semakin orang merasa nyaman dan percaya kepadamu.

Ada banyak sekali themes WordPress yang tersedia sih, tapi saya sendiri menyarankan kamu menggunakan GeneratePress.

Meskipun berbayar tapi “worth it!” banget dengan segala fitur yang disediakan.

Untuk cara konfigurasi dan tetek bengek lainnya ngga akan saya bahas disini, kamu bisa tanya private ke saya atau komentar saja di bawah ya. ?

Berapa lama sampai blog menghasilkan?

Pertanyaan ini seriiiing banget saya dapatkan di email saya.

“Pak Pid, berapa lama sih kita harus konsisten membangun blog sampai blog menghasilkan?”

Saya yakin, pertanyaan ini muncul karena kamu ngga sabar menunggu hasilnya.

“Kok, sudah sebulan ngga ada hasil? Kok udah tiga bulan ngga ada hasil? Kok udah enam bulan ngga ada hasil?”

Sabaarr bro and sis.. Semuanya perlu waktu.. Buang jauh-jauh “mindset mie instan” tersebut!

Saya ngga bisa berikan jawaban pasti!

Tapi, semakin kamu fokus memberikan konten-konten yang bagus, dan menjalankan strategi blogging yang tepat, maka kamu akan semakin cepat melihat hasilnya.

Nanti saya akan bagikan strateginya di lain artikel ya.

Nah, kalau saya pribadi baru melihat hasil di bulan ketiga. Saat itu saya mendapatkan satu orang yang join di bisnis MLM saya melalui blog.

Hasilnya ngga seberapa bukan? Tapi “small progress is still a progress”. Dan progress kecil itulah yang membuat saya ngga pernah berhenti sampai sekarang.

Kesimpulan

So mungkin banyak diantara kamu yang sebelumnya ngga ngerti fungsi dari blog itu apa.

Tapi saya yakin, sekarang kamu sudah lebih ngerti fungsi dari blog dalam bisnis MLM.

Ketika kamu membangun bisnis secara online, itu artinya kamu “menampakkan” dirimu pada banyak orang.

Banyak orang jadi tahu siapa dirimu, apa bisnismu, apa produkmu, dan lain sebagainya.

Dengan blog, kamu bisa memasarkan konten, dan tentunya konten-konten yang kamu berikan adalah konten yang menarik bagi prospekmu, sehingga prospekmu otomatis tertarik dan mampir ke blog-mu.

Selama mereka asyik membaca artikelmu, maka secepatnya dapatkan email atau nomor telepon mereka.

Setelah itu bangun relationship secara konsisten hingga terbentuk trust.

Dari situlah kamu mulai bisa menawarkan produkmu atau bahan mengajak mereka untuk menajdi partner bisnismu atau istilahnya menjadi downline-mu.

Sebetulnya, alurnya mudah sekali, pertama bangun audience, setelah audience terbentuk, maka jalin relationship, dan setelah terbentuk trust, maka tawarkan produk atau peluang bisnismu.

Build Audience -> Build Relationship -> Closing

Simple bukan!

Ada ngga sih diantara kamu yang sudah membangun bisnis MLM dengan menggunakan blog? Share dong, apa saja yang sudah kamu lakukan, dan apa saja yang sudah kamu pelajari!

Tuliskan di kolom komentar dibawah ya teman-teman! Saya tunggu.. ?

4 thoughts on “Cara sukses membangun bisnis MLM melalui blogging”

  1. Bisa saya beli tools utk websitenya melalui pakpid? Soalnya saya buta sekali soal semua yg pakpid jelaskan..mulai hosting smpe ke detail2nya untuk membangun sebuah blog. Atau pakpid punya referensi utk saya diskusi masalah tools ini?
    Balas,y pakpid..

    Reply
  2. Pakpid, sy udah buat website tp masih kosong. Hehee..
    Sy masih bingung topik apa yg mau sy tulis. Bisnis MLM sy bergerak d bidang suplemen kesehatan+ home care+ kecantikan ,tp sy tdk ahli di salah satu dari ketiga topik/ bidang itu.
    Tolong masukannya pakpid.. Topik apa yg menarik/cocok terkait bisnis MLM sy?
    Sy seorang IRT, pakpid.. Dan sy mau bljar menulis

    Reply
    • Wahh.. luar biasa nih bu Newi.. Langsung take action.. 🙂
      Untuk topik, pilih salah satu yang paling Bu Newi sukai, misalnya kecantikan. (Pastikan ada produk yang bisa dijual ya.. :))
      Kemudian kerucutkan topiknya.. Misalkan “tips perawatan wajah khusus untuk ibu rumah tangga.”
      Nah, blognya bahas tips dan trik tentang perawatan wajah, namun dikhususkan untuk ibu-ibu rumah tangga saja.
      Ini cuma contoh ya bu Newi.. Nanti bisa diimprovisasi sendiri.

      Reply

Leave a Comment

Copy link
Powered by Social Snap