Cara menerapkan konmari method pada email list

Sekitar dua tahun yang lalu, saya mulai menerapkan konmari method di rumah saya.

Well, bagi teman-teman yang belum tahu apa itu konmari method..

Konmari method adalah metode untuk mengatur rumah, dengan cara menyingkirkan barang-barang yang jarang dipakai, dan juga barang-barang yang tidak bisa memberikan rasa bahagia di rumah.

Metode ini diperkenalkan pertama kali oleh Marie Kondo, dalam bukunya yang berjudul “The Life-Changing Magic of Tidying Up”.

Saya sarankan teman-teman untuk membacanya, karena isinya sangat bagus.. πŸ™‚

Lalu, bagaimana cara menerapkan metode ini?

Well, saya akan langsung kasih contoh saja ya..

Misalkan saja kamu punya benda “bersejarah” dari mantan..

Dan jika kamu melihat benda itu, rasanya sedih, melow, galau.. karena teringat masa lalu yang begitu nyesek.. hehehe..

Nah, benda seperti itu harus disingkirkan dari dalam rumah, karena tidak dapat memberi kebahagiaan padamu.

Contoh lain lagi, misalkan kamu punya barang yang jarang sekali kamu pakai, maka kamu harus menyingkirkannya juga.

Karena benda-benda seperti ini bakal bikin rumahmu semakin penuh dan tidak rapih.

So, usahakan barang-barang yang ada di rumah hanyalah barang-barang yang sering kamu gunakan, dan juga memberi kebahagiaan.

Metode seperti ini bakal bikin kamu lebih hepi loh..

Ngga percaya… Cobain aja.. πŸ™‚

Nah, konmari method ini sebenarnya tidak hanya dapat diterapkan untuk rumah saja.. namun dapat diterapkan untuk hal-hal lainnya.. termasuk Email List.

Hal Utama Yang Menentukan Deliverability

Bukan hanya rumah yang perlu dirapihkan.. Email list juga “sangaaaat” perlu dirapihkan..

Tahukah kamu, semakin kesini.. ISP pun semakin pintar..

Contoh saja Gmail..

Gmail, saat ini sudah bisa membedakan mana email yang termasuk spam, ataupun bukan.

Gmail juga mampu membedakan, mana email yang personal.. mana email promo.. mana email update.. dan lain sebagainya.

Kita sebagai email marketer pasti menginginkan email kita masuk ke dalam Inbox, dan bukan spam.. atau istilah kerennya “deliverability

Betul tidak?

Nah, hal utama yang paling mempengaruhi deliverability adalah “engagement

Semakin tinggi engagement, maka tingkat “trust” Gmail kepada kita akan semakin besar.

Engagement itu bisa berupa open rate, click rate, dan lain sebagainya.

Semakin sering emailmu dibuka.. maka engagement akan semakin meningkat.

Semakin sering orang mengklik link yang ada di emailmu, maka engagement akan semakin bertambah.

Semakin sering orang mereply emailmu, maka tingkat trust akan semakin tinggi.

Nah, bagaimana cara meningkatkan level engagement..

Well.. salah satu caranya adalah dengan membuang subscriber-subscriber yang pasif.

Jagalah Kebersihan Email List

Coba bayangkan.. anggap saja kamu saat ini punya 2000 subscriber.

Dari 2000 subscriber tersebut, ternyata hanya 100 yang aktif..

Entah mereka sering buka email, balas email, klik link, dan lain sebagainya.

Ketika kamu mengirimkan email kepada 2000 subscriber, sedangkan hanya 100 orang yang membuka.. itu berarti open rate mu hanya sekitar 5%.

Nah, apa yang ada di otak robot Gmail ketika melihat fakta diatas..

Tentu saja, Gmail akan menganggap email darimu memiliki tingkat engagement rendah.

Lama-kelamaan, emailmu bisa dibuang begitu saja ke kotak sampah / spam.

Nah, sekarang bayangkan saja kamu sudah tahu tentang konmari method.. kamu mulai bersih-bersih email list.

Dari 2000 subscriber, akhirnya kamu rampingkan menjadi 500 subscriber saja.

Tentu saja, ketika kamu mengirimkan email, maka tingkat open ratenya akan meningkat.

Anggap saja kamu mengirimkan ke 500 subscriber.. dan ada 100 orang membuka emailmu.

Maka tingkat open rate yang semula hanya 5%, meningkat jadi 20%..

Sehingga tingkat deliverability emailmu juga akan ikut meningkat.

Oleh karena itu, usahakan email listmu hanya dipenuhi subscriber-subscriber yang aktif.

Semakin banyak yang aktif, maka semakin tinggi pula tingkat engagementnya.. sehingga deliverability juga akan ikut meningkat.

Let’s Recap

Punya subscriber banyak bukanlah hal yang membanggakan.

Punya subscriber aktif yang banyak, barulah membanggakan. πŸ™‚

Jika kamu punya 2000 subscriber, namun hanya 100 subscriber yang aktif.. maka tingkat engagement emailmu termasuk rendah.

Tingkat engagement sangat berpengaruh pada deliverability.. sehingga kondisi diatas sangatlah buruk.

Oleh karena itu, kamu harus rajin-rajin bersih-bersih email list.

Buang subscriber-subscriber yang tidak aktif..

Simpan subscriber-subscriber yang aktif..

Semakin banyak subscriber aktif yang ada di dalam email list mu, maka akan semakin bagus tingkat deliverabilitynya.

Well, jika kamu ingin bertanya sesuatu, or berdiskusi.. monggo tuliskan komentarmu dibawah ya.. πŸ™‚

2 thoughts on “Cara menerapkan konmari method pada email list”

Leave a Comment

Copy link
Powered by Social Snap