Bagaimana caranya agar tetap menghasilkan uang meskipun ditolak prospek

Ini bukanlah clickbait! Cara menghasilkan uang dari penolakan prospek bukanlah hal bohong, kamu akan belajar bagaimana caranya pada artikel ini.

Well, anyway ditolak oleh prospek adalah hal yang sangat wajar dalam bisnis MLM.

Bisnis MLM pada dasarnya adalah bisnis jaringan, jadi kamu mau ngga mau harus membangun jaringan dibawahmu.

Nah, biasanya yang kita lakukan adalah mencari prospek, kemudian mendatangi prospek untuk presentasi bisnis atau produk, dan kemudian siap-siap untuk menerima jawaban diterima atau ditolak.

Ini jadi siklus yang biasanya dijalani oleh para pebisnis MLM.

Bila prospek mau menerima bisnis kita, dan kemudian bergabung, maka otomatis uang akan mengalir ke rekening kita dari penjualan produk yang dilakukan downline kita.

Namun bila mereka menolak, sudah pasti boncos-lah kita yang sudah repot-repot menggunakan waktu, tenaga, bahkan uang untuk merekrut prospek.

Di artikel ini saya akan membagikan strategi lain yang mungkin belum pernah kamu ketahui sebelumnya.

Dimana meskipun prospek menolak kita, namun kita tetap memperoleh penghasilan.

Penasaran? Yuk, simak sama-sama.

Fakta bisnis MLM

Kamu yang sudah lama menjalani bisnis MLM pasti tahu statistik ini:

90% prospek yang sudah melihat atau mendengar presentasi bisnismu akan MENOLAK untuk diajak bergabung di bisnis MLM-mu.

Dan itu adalah fakta yang terjadi di lapangan.

Jumlah prospek yang menolak ajakanmu untuk bergabung bukanlah sebesar 5%, bukan pula sebesar 10%, namun 90% prospek akan menolak. 90%!

Ini adalah fakta yang membuat shock sekaligus membuka matamu bahwa bisnis MLM bukanlah bisnis yang mudah.

Saya juga yakin bahwa statistik diatas yang membuat sebagian besar pebisnis MLM memutuskan untuk meninggalkan bisnis mereka, karena memang kenyataannya merekrut orang itu tidak mudah.

Cara lama merekrut prospek

Bila kamu aktif mengikuti training-training yang diberikan oleh perusahaan MLM-mu, biasanya mereka akan memberikan panduan step by step bagaimana cara merekrut orang.

Namun panduan yang diberikan biasanya adalah panduan standard yang juga diajarkan oleh perusahaan MLM lainnya.

Panduan yang diberikan bukan hanya dilakukan secara offline, namun banyak juga pebisnis MLM yang menggunakan panduan yang sama dengan cara online.

Gimana? Ngeh ngga dengan gambar funnel diatas?

Saya sengaja berikan gambar berupa funnel karena memang biasanya bagian paling atas funnel memiliki jumlah orang (prospek) yang paling besar, sedangkan bagian paling bawah memiliki jumlah orang paling kecil (prospek yang sudah tertarik bergabung dengan bisnis MLM kita).

#1 Prospect

Start dengan step pertama yaitu prospecting.

Pada step ini, yang biasanya harus kamu lakukan adalah mengumpulkan daftar prospek, bisa keluarga, teman, ataupun orang-orang yang baru kamu kenal.

Intinya kamu mengumpulkan sebanyak-banyaknya prospek.

#2 Invite

Daftar prospek sudah selesai kamu buat.

Sekarang saatnya mengontak mereka satu per satu, bisa melalui telepon langsung, ataupun lewat chat, atau email.

Tujuannya hanya satu, membuat jadwal presentasi.

Entah presentasi melalui telepon ataupun bertemu langsung.

Intinya, kamu mengajak prospekmu untuk ngobrolin tentang sesuatu, dalam hal ini adalah peluang bisnis MLM-mu atau produk MLM-mu.

#3 Present

Bila prospek mau menerima ajakanmu, langkah selanjutnya adalah presentasi.

Disini kamu mempresentasikan bisnis MLM-mu, ataupun produk MLM-mu.

Setelah presentasi selesai, kamu bisa langsung lari ke step berikutnya yaitu closing, atau mengatur waktu lain untuk bertemu.

#4 Closing

Pada step terakhir ini kamu akan mengajak prospekmu untuk join bisnismu, atau membeli produk MLM-mu.

Bila prospek menolak, kamu bisa langsung meninggalkannya (maksudnya tidak usah follow up lagi), atau bisa juga mengatur waktu lain untuk presentasi lagi, atau istilahnya follow up.

Well, dengan melihat step by step diatas, maka bisa dipastikan apabila prospek akhirnya menolakmu, maka kamu juga tidak akan mendapatkan apa-apa, alias boncos.

Boncos ongkos transportasi, boncos waktu yang terbuang, dan boncos ongkos nraktir di cafe. ?

Cara baru merekrut prospek

Sekarang coba bayangkan, bagaimana bila.. meskipun kamu ditolak, namun kamu tetap mendapatkan penghasilan atau uang dari prospekmu.

Ini bukan ngompasin prospek loh ya.. ?

Tapi dengan merubah sedikit step by step diatas, kamu bisa mendapatkan penghasilan meskipun prospek menolakmu.

Oke, coba sekarang kita hitung saja.

Anggap saja 10% dari total prospekmu mau menerima ajakanmu untuk bergabung, sedangkan 90% nya menolak.

Apabila prospek yang menolak dapat memberimu uang sebesar Rp. 50.000, sedangkan kamu memiliki 10 prospek, maka kamu akan mendapatkan Rp. 450.000 dari 9 prospek yang menolakmu.

90% x 10 prospek = 9 prospek menolak, 9 x Rp. 50.000 = Rp. 450.000

Itu bila prospekmu berjumlah 10 orang. Sekarang coba hitung bila jumlah prospekmu 100 orang.

90% x 100 prospek = 90 prospek menolak, berarti kamu akan mendapatkan 90 x Rp. 50.000, yaitu sebesar Rp. 4.500.000

Sekarang bagaimana bila jumlah prospekmu sebesar 1000 orang.

90% x 1000 prospek = 900 prospek menolak, berarti kamu akan mendapatkan 900 x Rp. 50.000, yaitu sebesar Rp. 45.000.000.

Enak ngga sih, ditolak prospek tapi tetap dapat penghasilan dari penolakan mereka?

A Little Twist

Well, ada satu strategi yang memang bisa melakukan hal diatas.

Bahkan dengan menggunakan strategi ini, kamu ngga perlu repot-repot lagi melakukan step awal, yaitu prospecting.

Ada dua perbedaan dari strategi awal, yaitu pada step pertama dan kedua.

Step pertama yang semula “Prospect” diganti dengan “Attract”.

Sedangkan step kedua yang semula “Invite” diganti dengan “Monetise”. Pada step kedua inilah uang akan dihasilkan. Ka Ching! Ka Ching!

Cara menghasilkan uang meskipun prospek menolakmu

Sebelum saya menjelaskan strategi diatas, perlu digaris bawahi, bahwa strategi ini paling tepat digunakan dengan cara online.

Okay, ngga usah berlama-lama lagi saya akan jelaskan satu per satu dibawah.

#1 Attract

Mengapa “Prospect” diganti dengan “Attract”?

Well, karena dengan “Prospect” atau prospecting menempatkan kita sebagai pihak yang membutuhkan.

Basically prospecting itu ngga efisien sama sekali.

Lagian dengan prospecting, berarti kita yang pada umumnya mengejar ngejar prospek untuk join di bisnis kita, bukan mereka yang mengejar-ngejar kita untuk join. Bargaining power kita lemah.

Dengan strategi “Attract”, maka kita ngga perlu repot-repot lagi mengejar-ngejar prospek, justru merekalah yang mengejar-ngejar kita.

Kita cukup menarik prospek untuk menghampiri kita dan meminta mereka memberikan kontaknya pada kita.

#2 Monetise

Setelah kamu berhasil attract banyak prospek, maka langkah selanjutnya adalah memfilter prospekmu.

Proses filter ini tujuannya untuk mendapatkan prospek yang memang tertarik pada bisnismu atau sudah menaruh trust padamu.

Lalu caranya bagaimana?

Cara memfilter prospek yaitu dengan menawarkan front-end product.

Front-end product yang ditawarkan bisa berupa produk fisik ataupun digital.

Nah disinilah kamu akan menghasilkan uang.

Inilah yang saya maksud dengan cara menghasilkan uang dari penolakan.

Jadi sebelum kamu lakukan presentasi, kamu harus menjual produk terlebih dahulu.

Nah orang-orang yang membeli produk darimu inilah yang nanti akan kamu follow up untuk presentasi.

Mengapa harus demikian?

Karena kita ngga mau buang-buang waktu untuk melakukan presentasi ke semua prospek. Buang-buang waktu, tenaga dan uang.

Lebih baik lakukan presentasi pada prospek yang sudah membeli produkmu, atau dengan kata lain sudah benar-benar tertarik pada bisnismu atau sudah menaruh trust padamu.

#3 Present

Nah di tahap presentasi ini, kita akan mempresentasikan bisnis kita pada prospek kita.

Di tahap ini masih ada dua kemungkinan yang terjadi, yang pertama ajakan kita diterima, dan yang kedua, ajakan kita ditolak.

Tapi meskipun ditolakpun tidak jadi masalah, karena kita sudah mendapatkan pendapatan awal, yaitu dari penjualan front-end product.

Dan meskipun prospek yang menolak, tidak masalah, karena kamu bisa follow up lagi nanti.

#4 Closing

Pada step ini kita memastikan prospek untuk bisa join di bisnis kita.

Bila prospek masih tidak mau join di bisnis kita, maka dapat kita follow up lagi nanti.

Oh ya, mengapa saya menyarankan agar strategi diatas dilakukan secara online.

Tujuannya satu, yaitu agar semuanya dapat berjalan secara otomatis atau istilah kerennya automated.

Jadi dari proses Attract – Monetise – Present – Closing dapat berjalan secara otomatis.

Ini akan memudahkan kita menjalankan bisnis kita, dan memberikan waktu lebih banyak bagi kita untuk memikirkan hal-hal lain yang lebih penting lagi agar bisnis kita jadi lebih besar lagi nanti.

Kesimpulan

Cara menghasilkan uang dari penolakan prospek bukanlah hal yang bohong, karena hal itu dapat kita lakukan menggunakan strategi yang tepat.

Sering banget kita capek sendiri ketika prospek menolak kita.

Waktu kita banyak terpakai, bahkan uang kita juga banyak terpakai untuk melakukan follow up, tapi ngga ada hasilnya sama sekali.

Strategi yang saya berikan diatas bukanlah strategi yang asal, namun merupakan strategi yang juga digunakan oleh para top performer dunia.

Karena selain membangun bisnis MLM, mereka juga membangun bisnis mereka sendiri dengan berjualan produk mereka sendiri.

So, gimana? Apakah kamu tertarik menggunakan strategi diatas?

2 thoughts on “Bagaimana caranya agar tetap menghasilkan uang meskipun ditolak prospek”

  1. pakpid jenius sekali??? Ajarin caranya,pak pid..langkah2 apa yang harus dikerjakan? Saya blm punya website pakpid..

    Reply

Leave a Comment

Copy link
Powered by Social Snap