Kamu ngga pernah berhasil menduplikasi uplinemu? Ikuti strategi saya!

Saya tahu banget rasanya stuck di bisnis MLM!

Mungkin ada diantara kamu yang sampai sekarang belum berhasil menjual produk apapun.

Atau mungkin ada diantara kamu yang sampai saat ini bahkan belum mendapatkan downline satu-pun.

Padahal, upline-mu sudah mengajarkan semua yang mereka ketahui untuk membuat bisnismu maju, namun hasilnya masih nol.

Kamu diajarkan bagaimana cara berbicara dengan orang baru. Kamu juga diajarkan bagaimana cara mengajak orang presentasi. Kamu juga diajarkan bagaimana caranya melakukan presentasi bahkan menghadapi penolakan.

Tapi saya yakin, pasti banyak diantara kamu yang masih kesulitan menjalankannya. Apalagi bagi kamu yang introvert, saya sangat mengerti, perjuanganmu bakal sangat berat bro and sis!

Saya juga seorang introvert, dan saya juga pernah mengalami hal yang sama. Bahkan pernah sampai satu tahun saya ngga mendapatkan downline satu-pun.

Iyesss, bahkan “satu-pun!”

Saya tahu betul rasanya ketika harus berkenalan dengan orang baru, dan menjalin relationship dengan mereka. Berat sekali bukan? ?

Apalagi setelah itu saya harus mengajak mereka untuk menjalankan bisnis MLM bersama saya, Wuuaahh.. Tantangannya semakin berat lagi itu!

Tapi saya bersyukur banget ketika menemukan strategi untuk merekrut orang, tanpa harus melawan mati-matian karakter introvert saya, salah satunya lewat blogging.

Bila kamu ingin tahu lebih bagaimana strategi saya, lanjutkan baca artikel ini sampai habis!

Kamu tidak perlu mengikuti orang lain

Saya ingat ketika belajar freediving — buat kamu yang ngga tahu apa itu freediving, freediving itu seperti diving biasa atau istilahnya olahraga menyelam, tapi tanpa tabung oksigen dan hanya mengandalkan oksigen yang ada di dalam paru-paru dan tubuh kita.

Saya memang bisa berenang karena dulu sempat kursus berenang, namun saya ngga pernah mengikuti kegiatan diving.

Saat saya mengikuti kursus freediving, guru saya menyuruh saya menggunakan fin — sepatu khusus untuk membantu menambah kecepatan renang — untuk berenang dari satu titik ke titik yang lain.

Well, itulah kali pertama saya menggunakan fin.

Ketika saya mulai masuk ke kolam renang — yang memang cukup dalam — saya merasa ada yang aneh, kok kaki berasa berat sekali.

Untuk mengayuh saja, saya perlu mengeluarkan tenaga ekstra.

Lalu saya mencoba memberanikan diri berenang ke ujung kolam renang satunya.

Tahu tidak, saya hampir tenggelam di tengah kolam, dan itu karena saya sangat ngga biasa menggunakan fin.

Untung saja saya sempat melepas fin, dan kemudian melanjutkan renang ke ujung satunya tanpa fin.

Ketika saya berenang tanpa fin, kecepatan saya bisa lebih cepat dari teman-teman yang lain.

Namun anehnya ketika saya mencoba mengikuti yang lain, dengan menggunakan fin, lagi-lagi saya hampir tenggelam di tengah kolam renang.

Saya tahu, saya bisa mengikuti orang lain dan menggunakan cara yang sama seperti mereka, yaitu dengan memakai fin.

Namun cara mereka ngga sesuai dengan diri saya, bahkan seringkali saya hampir tenggelam ketika berenang menggunakan fin, oleh karena itu saya memutuskan untuk menggunakan cara saya sendiri, yaitu berenang tanpa fin.

Kecepatan saya lebih cepat dari sebelumnya. Saya lebih lincah dari sebelumnya. Pergerakan saya lebih gesit dari sebelumnya.

Dalam bisnis MLM-pun juga berlaku demikian.

Seringkali cara yang diajarkan oleh perusahaan MLM-mu tidak sesuai dengan karaktermu.

Strategi-strategi yang diberikan bahkan membuat bisnismu ngga bergerak sama sekali.

Oleh karena itu kamu harus menggunakan strategi lain yang memang sesuai dengan karaktermu.

Cari, apa yang jadi kelebihanmu, dan gunakan kelebihanmu untuk membangun bisnismu.

Bagi saya sendiri, internet marketing adalah kelebihan saya, dan saya fokus untuk mengembangkan bisnis MLM dengan memanfaatkan internet sebagai kekuatan saya.

Apa kekuatanmu? gunakanlah!

Saya ingin saat ini kamu periksa dirimu sendiri. Sebetulnya apa sih kekuatanmu?

Tuliskan di selembar kertas, daftar apa-apa saja yang jadi kekuatanmu dan yang bisa mendukungmu dalam membangun bisnis MLM.

Dari daftar tersebut, fokuslah pada satu hal yang jadi kekuatan utamamu, lalu gunakan kekuatan tersebut untuk membangun bisnismu.

Ingat, lupakan kelemahanmu, lupakan karakter introvertmu, lupakan masa lalumu, dan fokus pada kelebihanmu!

Saya akan berikan contoh.

Saya sudah belajar internet marketing cukup lama, yaitu sejak tahun 2009.

Memang ada banyak sekali yang bisa diterapkan menggunakan internet marketing, namun kekuatan utama saya ada pada blogging.

So, saya berusaha untuk memfokuskan diri saya di blog saya, dan saya ngga melenceng kepada hal lain. Saya fokus pada satu hal, yaitu blogging.

Saya berjuang untuk membangun bisnis MLM saya dengan blog.

Saya mengembangkan diri saya semaksimal mungkin, agar pengetahuan yang saya punya bisa saya terapkan di blog saya, dan akhirnya membuat blog saya jauh lebih baik dari sebelumnya.

Saya berusaha memaksimalkan blog saya untuk membuat bisnis saya berhasil.

Bagaimana jika kamu tidak menemukan kekuatan apapun?

Well, jika memang kamu stuck dan tidak bisa menemukan kekuatan apapun dalam dirimu, cara satu-satunya adalah dengan “belajar hal baru.”

Belajar skill baru yang sesuai dengan karaktermu dan tentu bisa mendukung bisnis MLM-mu.

Saya selalu menyarankan pada orang lain untuk belajar “Internet Marketing”karena saya sendiri merasakan kekuatannya.

Lalu, apakah kamu harus belajar sampai ahli terlebih dahulu dan kemudian baru bisa menggunakan kekuatanmu?

No no no! Kamu bisa belajar sambil praktek.

Dengan cara seperti itu, proses belajarmu jadi semakin dalam, karena kamu bukan saja belajar teori saja, namun kamu sekaligus jadi praktisi.

Ikuti strategi saya!

Saya sendiri menemukan kekuatan saya di internet marketing, khususnya blogging.

Banyak hal yang saya pelajari, mulai dari hal-hal teknikal yang berhubungan dengan blog, seperti cara installasi WordPress, cara menggunakan WordPress, dan lain sebagainya.

Sampai hal-hal pengembangan diri, seperti mempelajari psikologi orang, mempelajari copywriting, mempelajari strategi marketing yang lain, dan lain sebagainya.

Pertama kali membuat blog, yang saya rasakan hanyalah pesimisme.

Saya ngga yakin jika blog dapat membantu saya membangun bisnis MLM, namun saya tetap menjalankannya.

Prinsip saya, ketika saya menemukan strategi yang cocok dengan saya, maka saya akan terus menjalankan satu strategi sampai menghasilkan sesuatu.

Jika belum mendapatkan hasil apapun, saya pantang berhenti.

Satu bulan saya lalui tanpa hasil apapun.

Dua bulan saya lalui, dan hasilnya masih nol.

Dan di bulan ketiga, saya mulai melihat hasilnya. Ada satu orang yang ingin join di bisnis saya, dan dia join melalui blog saya.

Senangnya bukan main ketika mengetahui strategi blogging saya ternyata bisa berjalan.

Memang sih hasilnya kecil. Meskipun yang join hanya satu orang, namun bagi saya “small progress is still a progress.”

Dan progress kecil itulah yang membuat saya terus maju sampai sekarang.

Progress sekecil apapun, Tetaplah progress.

Dan sampai saat ini, saya bahkan ngga perlu pergi keluar untuk presentasi dan memprospek orang.

Semuanya sudah terjadi secara otomatis.

Saya ingin, kamu juga mulai melek dengan kelebihanmu.

Saya ingin kamu mulai melek dengan strategi online dalam menjalankan bisnis MLM.

Bahkan, saya ingin kamu juga bisa melakukan seperti yang saya lakukan.

Bila kamu ingin belajar lebih lagi tentang cara menjalankan bisnis MLM secara online, kamu bisa daftarkan diri kamu disini. Nanti saya akan kirimkan juga E-book mengenai “Salah satu strategi saya merekrut orang secara otomatis melalui internet.”

Kesimpulan

So, sebetulnya upline-mu memang sudah membagikan apa yang mereka ketahui, namun apa yang mereka bagikan biasanya adalah cara-cara lama, dan sudah tidak relevan di jaman sekarang.

Seringkali strategi yang mereka berikan juga ngga sesuai dengan karaktermu, dan sulit sekali untuk kamu duplikasi.

Itu juga yang saya alami ketika sampai satu tahun saya ngga mendapatkan satupun downline.

Menurut saya, kamu ngga perlu 100% mengikuti mentah-mentah apa yang dibagikan oleh upline-mu.

Oh, ya.. Saya ngga mengajarkanmu untuk memberontak pada upline-mu loh. ?

Namun strategi yang dilakukan oleh upline-mu belum tentu bisa kamu duplikasi.

Oleh karena itu, saya menyarankan untuk memulai apa yang jadi kelebihanmu, bukan kekuranganmu.

Gunakan kelebihanmu untuk membangun bisnismu.

Dan bila kamu tidak bisa menemukan kelebihanmu, maka ciptakan kelebihanmu dengan mempelajari skill lain.

Saya selalu menyarankan orang lain untuk belajar internet marketing, karena saya sendiri sudah merasakan kekuatannya.

So, bagaimana denganmu?

Apakah kamu juga merasa stuck dengan strategi yang diberikan oleh perusahaan MLM-mu?

Share pengalamanmu dengan mengisi komentar di bawah ya. ?

Baca ini juga:

6 thoughts on “Kamu ngga pernah berhasil menduplikasi uplinemu? Ikuti strategi saya!”

  1. Pakpid..saya mau belajar dengan serius tentang internet marketing. Semua yg pakpid jelaskan diatas benar adanya, saya ga mampu menduplikasi upline karena ga sesuai karakter saya.

    Reply
  2. Pakpid, apakah punya blog bisnis yg lain? Blog ini khusus utk sharing informasi aja kan,pakpid?
    Boleh sy tau apa nama blog bisnis MLM yg pakpid jalankan itu? Sy ingin bljar cara menulis blog personal branding spt pakpid. Balas, y pakpid…

    Reply
  3. Pakpid… Saya intovert melankolis… Lebih suka bikin website daripada prospek orang… Walaupun kerjaan utama saya agen properti… Hehehe… Kayaknya perlu ada website khusus untuk pelaku bisnis MLM yang introvert… Hehehe…

    Reply
  4. Pakpid, semua yg pakpid share di atas memang benar adanya. Saya belum bisa menduplikasi upline saya karna strategi yg mereka ajarkan tidk sepenuhnya sama dengan karakter saya.

    Reply

Leave a Comment

Rekrut Prospek Tanpa Ribet, Tanpa Memaksa, dan Tanpa Penolakan!

Mau tahu bagaimana cara saya menjaring ribuan prospek dan menghasilkan lebih banyak penjualan, tanpa mengganggu keluarga ataupun teman?

Copy link
Powered by Social Snap