5 kesalahan yang membuat blogmu gagal mendatangkan prospek

Tiga tahun yang lalu, saya pernah membuat tiga blog, dan semuanya ZONK!

Ketiga blog tersebut sengaja saya buat untuk membahas tentang perusahaan MLM saya, dan produk-produknya.

Awalnya sih, saya sangat berharap website tersebut dapat mendatangkan prospek, namun kenyataannya.. Ngga ada satupun yang join.. ?

Sudah susah-susah bikin blog, pusing nulis konten, ehh masih ngga dapet hasil juga!

Hal tersebut membuat saya terus mencari-cari strategi lain yang memang dapat diterapkan di bisnis ini.

Dan akhirnya saya menemukan satu strategi yang kemudian saya gunakan hingga saat ini.

Dari strategi tersebut, saya belajar banyak hal, dan salah satunya adalah.. “Mengapa beberapa website yang pernah saya buat, tidak dapat mendatangkan prospek?!”

Di artikel ini saya akan bahas apa-apa saja sih yang menyebabkan blog saya menjadi tidak efektif, dan tidak dapat mendatangkan prospek untuk bisnis MLM.

Yuk disimak..

1. Jualan jualan jualan

Ingin mendapatkan income stream lain adalah keinginan semua orang, apalagi passive income.

Ketika uang menjadi prioritas di hidup kamu, maka tidak heran, ketika menjalankan bisnis MLM, fokus kamu hanya di jualan jualan dan jualan.

“Apakah hal itu salah?”

Ngga salah, karena memang fokus untuk berbisnis adalah menghasilkan lebih banyak uang.

Namun ketika fokus utamamu hanya berjualan, itulah yang salah.

Beberapa blog yang pernah saya buat sebelumnya, fokusnya hanya untuk jualan.

Saya ngga pernah memberikan value apapun kepada pengunjung blog saya.

Fokus saya adalah untuk memamerkan barang dagangan, atau peluang bisnis, dengan harapan orang lain akan tertarik untuk membelinya.

“Apakah ada yang salah dengan strategi ini?”

“Nope, ngga ada yang salah!”

Yang salah adalah, karena produk ataupun peluang bisnis yang saya tawarkan, adalah produk atau peluang bisnis MLM.

“Loh emang ada yang salah dengan MLM?”

Ngga ada yang salah dengan bisnis MLM, namun, hanya saja, image bisnis ini sudah buruk di negara kita.

So, ketika kamu menawarkan produk atau bisnis MLM melalui blog kamu, gunakan cara yang cerdik! Jangan asal hanya jualan, jualan, dan jualan.

Berikan value

Nah yang perlu kamu lakukan adalah merubah fokus kamu dari jualan, ke “providing value.”

“Value seperti apa sih yang dimaksud?”

Value disini bisa berupa artikel-artikel yang bermanfaat bagi pengunjung blog kamu.

Sebagai contoh, jika perusahaan MLM-mu menjual produk penurun berat badan, maka sediakan artikel-artikel yang berhubungan dengan penurunan berat badan.

Contoh, kamu bisa memberikan artikel tentang, cara olahraga yang dapat menurunkan berat badan lebih cepat, dan dapat dilakukan sendiri di rumah.

Contoh lain, kamu bisa memberikan artikel tentang resep-resep makanan untuk diet, yang bisa dibuat sendiri dalam waktu kurang dari 10 menit.

Ketika fokus kamu adalah memberikan value buat pengunjung blog-mu, maka mereka akan lebih menerima dirimu.

Mereka akan lebih terbuka terhadap produk dan peluang bisnis yang kamu tawarkan.

Dan ketika suatu saat kamu menawarkan produk-produkmu, maka mereka akan lebih bisa menerima produkmu, meskipun itu adalah produk-produk dari perusahaan MLM.

2. Menyebutkan nama perusahaan MLM

Kesalahan kedua yang pernah saya lakukan adalah, menampilkan secara terang-terangan perusahaan MLM saya di blog.

Memang sih, ketika kamu ingin menawarkan produk MLM-mu, maka kamu harus yakin terhadap produknya, dan juga harus mencintai produknya, sehingga kamu punya rasa percaya diri untuk menawarkannya pada orang lain.

Namun ketika menawarkan pada orang lain, sebisa mungkin hindari secara terang-terangan menyebutkan nama perusahaan MLM. (Hal ini juga sering diajarkan di training offline)

Nah, kebanyakan orang sering melakukan hal ini, mereka terang-terangan menampilkan nama perusahaan di blog mereka.

Saya yakin sekali, kamu pasti juga sudah sering melakukannya, atau bahkan saat ini-pun masih melakukannya bukan? ?

Ini adalah kesalahan yang mungkin tidak disadari banyak orang, termasuk saya dulu.

Well, setelah saya test dan trial dengan menghilangkan segala hal yang berbau perusahaan MLM, ajaibnya, orang-orang yang tertarik untuk membeli produk, bahkan join di bisnis MLM saya malah meningkat.

So, mulai sekarang, sebisa mungkin hindari menampilkan nama perusahaan MLM-mu di blog kamu, bahkan di postingan-postingan Facebook atau Instagram-mu.

“Catet ya! Penting ini!” ?

3. Design yang berantakan

Kesalahan ketiga adalah design website yang jelek.

“Wooow.. memang ngaruh ya Pak Pid?”

“Ngaruh banget tau!”

Website atau blog kamu itu adalah perwakilan dirimu secara online.

So seperti apa bentuk blog-mu, itu mewakili seperti apa dirimu di dunia nyata.

Plus, design blog-mu itu akan menjadi personal branding-mu.

So, pemilihan warna, pemilihan font, penggunaan foto, dll, itu akan jadi ciri khas-mu.

Jadi, jangan ngasal juga dalam memilih design website.

“Tapi Pak Pid, saya kan bukan designer!”

Well, bukan alesan sih! Soalnya sekarang ini banyak banget themes yang bisa kamu dapetin, baik gratis maupun berbayar.

Yang perlu kamu lakukan adalah memilih themes yang cocok, dan kemudian tinggal pasang di blog kamu.

“Beres sudah!” ?

4. Tidak bermanfaat

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya..

Ketika blog kamu isinya hanya jualan, jualan, dan jualan, maka orang juga akan menjadi malas mengunjungi blog-mu.

Ingat: “People don’t like to be sold, but they love to buy!”

So, kamu boleh langsung hard selling pada orang yang memang sudah benar-benar tertarik pada produk atau peluang bisnismu, namun jangan pernah lakukan hal tersebut pada orang yang belum tahu sama sekali tentang produk ataupun peluang bisnismu.

Daripada fokus menjual terus, mendingan fokuslah memberikan value atau manfaat di blog kamu.

Manfaat yang dimaksud disini bisa bermacam-macam, bisa berupa artikel, video, podcast, ataupun apapun yang memberikan manfaat bagi pengunjung blog-mu.

So, ketika pengunjung blog-mu merasakan manfaat dari blog-mu, maka mereka akan lebih terbuka terhadap produk ataupun peluang bisnismu.

5. Tidak memiliki opt-In

“Kesalahan terakhir ini, ngga akan pernah saya ulangi lagi!”

Sebelum saya lanjutkan, apakah kamu sudah tahu apa itu opt-in?

Opt-in adalah tempat dimana orang-orang bisa memasukkan email atau nomor telepon mereka, entah itu untuk subscribe artikel di blog-mu, ataupun untuk men-download sesuatu, entah itu e-book, video, dll.

Di blog-blog saya yang sebelumnya, saya ngga pernah menyediakan Opt-in, dan kesalahan ini yang membuat saya kehilangan sebagian besar prospek saya.

Ketika blog kamu tidak memiliki opt-in, itu sama saja membiarkan prospek lewat begitu saja dari blog-mu.

Beda, ketika kamu memiliki opt-in.

Jika pengunjung blog-mu tertarik untuk mengenalmu lebih lagi, atau tertarik untuk mendapatkan artikel-artikel dari kamu, maka mereka pasti akan memasukkan email atau nomor telepon mereka di opt-in.

Nah email-email atau nomor-nomor telepon ini nantinya dapat kamu follow up lebih lanjut, so kamu ngga kehilangan pengunjung blog-mu begitu saja.

They are your assets bro and sis!

Kesimpulan

So, membangun blog untuk bisnis MLM-mu itu ada seni-nya.

Ngga asal bikin dan langsung bisa mendatangkan prospek.

Tiga tahun yang lalu, saya berhasil membangun tiga blog, namun ketiga-tiganya gagal total.

Hal tersebut yang kemudian membuka pikiran saya terhadap kesalahan-kesalahan yang saya lakukan dalam membuat blog untuk bisnis MLM.

Blog itu tidak boleh melulu jualan, jualan dan jualan. Blog itu harus dapat memberikan manfaat bagi pengunjungnya. Blog itu harus memiliki value.

Membangun blog juga tidak boleh ngasal, tidak boleh asal tempel, karena design blog yang bagus itu ternyata sangat berpengaruh terhadap persepsi orang terhadap kamu.

Dan, pelajaran yang paling saya ingat adalah, blog itu harus punya opt-in.

Jangan sampai prospek yang datang ke blog kamu, lewat dan hilang begitu saja.

So, bagaimana dengan kamu?

Bagaimana kamu membangun blog untuk bisnis MLM-mu?

Apakah kamu juga melakukan kesalahan yang sama?

Share di kolom komentar dibawah ya! ?

Baca ini juga:

2 thoughts on “5 kesalahan yang membuat blogmu gagal mendatangkan prospek”

  1. Ini sharing yg sangat mengena dan bagus buat saya Pak Pid. Terima kasih. Selama ini sering kita fokus hanya jualan jualan, di WA, FB, IG, lama lama teman jadi menjauh sama saya, alih alih mau membeli produk saya. Padahal produknya bagus banget. Dan bisnisnya pun bagus, bahkan kami membangun sekolah utk anak yatim piatu. Makasih Pak Pid atas pencerahannya. Saya akan memperbaiki diri.

    Reply

Leave a Comment

Rekrut Prospek Tanpa Ribet, Tanpa Memaksa, dan Tanpa Penolakan!

Mau tahu bagaimana cara saya menjaring ribuan prospek dan menghasilkan lebih banyak penjualan, tanpa mengganggu keluarga ataupun teman?

Copy link
Powered by Social Snap