Cara membangun kepercayaan dalam waktu super singkat

Waktu itu bulan-bulan awal saya gabung di sebuah perusahaan MLM di kota Salatiga.

Karena memang saya orangnya pendiam dan pemalu (atau malu-maluin sih lebih tepatnya ?) maka sulit bagi saya untuk pendekatan ke orang baru.

Eh iya, follow-up teman sendiri ada susah banget rasanya, apalagi ngobrol dan follow-up orang baru.

Pernah ngga sih kamu ngalamin seperti ini?

Kamu sudah ketemu orang baru (prospek), kemudian kamu pasang muka ramah, kamu ceritain ini itu, bahkan sampai traktir dia minum dan makan di Starbucks.

Sampai situasinya jadi enak banget buat kalian ngobrol, seperti teman akrab yang udah lama ngga ketemu.

Terus endingnya kamu nawarin peluang bisnis atau produk MLM-mu.

Dan tiba-tiba respon prospek-mu jadi berubah 180 derajat.

Dia langsung nolak, dan kemudian kelihatan bete banget.

Terus keesokan harinya kamu follow-up dia lagi, dan dia-nya ngga bales WhatsApp atau Chattingan kamu.

Miris banget ngga sih? ?

Well, ini juga yang saya pernah alami loh.

Di artikel ini saya mau bahas tentang hal ini, apa yang salah dan apa yang seharusnya dilakukan untuk membangun kepercayaan dalam waktu super singkat.

Trust dan keputusan

Sebetulnya dari cerita diatas dapat dipetik kesimpulan bahwa apa yang kita lakukan, sebaik apa kita terhadap calon prospek kita, ngga akan mempengaruhi keputusannya.

Kamu sudah repot-repot bermacet-macet ria di jalan, kemudian rela traktir di restoran atau kafe, dan juga memberikan waktumu berjam-jam untuk ngobrol dan pendekatan, namun yang didapat hanya penolakan.

Sakitnya tuh disini loh.. ?

Kenapa sih bisa begitu?

Sebetulnya jawabannya hanya satu “Belum ada trust diantara kalian berdua.”

Yes yes yes, saya seringkali tuliskan di artikel-artikel saya bahwa trust itu penting.

Semakin kamu dipercaya oleh orang lain, maka orang lain tak segan-segan mempercayakan hal-hal lain, termasuk keputusannya sendiri.

Nah coba bila kamu sudah mendapatkan trust dari prospekmu, kemudian ngga perlu basa basi lagi, langsung aja tawarin peluang bisnis MLM-mu, atau produk-produknya, dijamin deh dia ngga akan berpikir negatif terhadapmu.

Paling-paling cuma perlu menunggu beberapa hari untuk berikan keputusan.

Dan bila memang bisnismu atau produk-produknya cocok dengan keinginannya, maka dijamin dia akan langsung mengiyakan tawaranmu.

Terus gimana dong cara membangun trust? Bukankah membangun trust itu perlu waktu yang lama?

Yes, betul sekali. Trust memang tidak dapat dibangun dalam waktu singkat.

Namun ada yang saya sebut dengan quick trust, yaitu pandangan orang terhadapmu pada saat itu juga.

Dan kabar baiknya, quick trust ini bisa dibangun dalam waktu singkat loh.

Cari kesamaan dan share pengalaman

Cara pertama untuk membangun quick trust adalah kesamaan.

Catet.. “Kesamaan”.

Saya orang asli Solo, jadi memang logatnya masih agak-agak medok.

Tapi sejak 2009 saya tinggal di Jakarta.

Meskipun dituntut untuk bisa bahasa gue eloh begituh, tapi tetap saja logat-logat jawanya pasti muncul.

Nah, sering banget saya ketika naik taxi online kemudian drivernya orang jawa, kita tuh jadi langsung akrab banget.

Seperti langsung terbentuk trust gituu..

Dia kasih rekomen tempat-tempat bagus di sana sini, sayapun nurut saja, karena merasa ada kesamaan, yaitu sama-sama orang jawa dengan logat seksi. ?

Oh ya, saya juga suka banget ngegym, dan bila ketemu orang baru yang sama-sama suka ngegym, rasanya tuh ada bonding saat itu juga.

Karena lagi-lagi ada kesamaan.

Sama-sama punya hobi yang sama, dan suka gaya hidup sehat.

Nah, hal ini yang bisa kamu manfaatkan untuk membangun quick trust, yaitu dengan mencari kesamaan.

Saya kasih contoh ya.

Bila kamu menawarkan produk penurun berat badan misalnya.

Kamu bisa menceritakan apa yang kamu percayai, seakan-akan kamu benar-benar mengalaminya. Istilahnya menaruh empati pada prospekmu.

Contoh:

Yah, kamu tau sendiri lah kita ingin badan yang six pack tapi ngga pengen olahraga keras.

Yah, kamu tau sendiri lah kita seperti punya alergi kalau disuruh olahraga.

Kerasa ngga?

Ketika saya ngomong seperti itu, prospek akan merasa, “iya betul betul betul, saya juga merasakan hal yang sama.”

Istilahnya kita membuat prospek mengangguk-angguk dalam pikiran mereka.

Dan ini sangat ampuh loh.

Oh iya, tapi jangan terlalu banyak ngomong ya.. Lebih baik “lebih banyak dengerin” prospek kamu dulu.

Tujuannya adalah supaya kamu dapat data lebih tentang prospekmu, baru setelah itu kamu bisa cerita tentang kesamaanmu dengannya.

Oh ya, selain cari kesamaan, kamu juga harus lihat seperti apa prospek kamu.

Misalkan propsek kamu adalah tipe yang berbicara lambat, maka kamu juga harus sesuaikan cara kamu berbicara. Demikian sebaliknya.

Istilah psikologisnya “Mirroring”, kamu menyesuaikan diri dengan kondisi prospekmu.

Berikan fakta

Fakta itu hal yang mendasari keputusan seseorang.

Sebetulnya, kita ini memutuskan sesuatu dengan menggunakan emosi kita, namun didukung oleh data-data riil, seperti fakta-fakta.

Nah fakta yang memang dialami oleh banyak orang bisa memberikan kita keyakinan untuk memutuskan sesuatu.

Menceritakan fakta adalah salah satu senjata ampuh untuk membangun quick trust, kata kuncinya disini adalah “Kebanyakan orang”.

Mengapa?

Karena prospek akan merasa banyak orang yang sepenanggungan yang mengalami hal yang sama dan ingin solusi yang sama.

Ini seperti prospek mendapatkan afirmasi dari orang lain melalui cerita kita.

Contoh: 

Kebanyakan orang tidak punya waktu untuk olahraga.. bla bla bla..

Kebanyakan ngga punya waktu untuk diet.. bla bla bla..

Kebanyakan orang ngga suka bila merasa lapar.. bla bla bla..

Kebanyakan orang diet ngga pernah berhasil.. bla bla bla..

Mari kita gabungkan

Dengan memposisikan diri kita seperti mengalami hal yang sama yang dialami prospek kita, istilahnya mencari kesamaan, maka hal itu akan secara otomatis membangun trust.

Apalagi bila kemudian disambung dengan fakta-fakta yang memang dialami oleh kebanyakan orang. Itu akan membuat kekuatan trust jadi double.

Oke, sekarang coba kita gabungkan kedua kalimat tersebut menjadi satu kalimat ajaib yang dapat membuat kita dapat membangun trust dengan cepat.

Contoh:

Yah kamu tahu sendiri lah kita ingin punya perut six pack tapi ngga mau olahraga, kebanyakan orang ngga punya waktu untuk olahraga karena sibuk banget sehari-harinya, yah tahu sendiri Jakarta seperti apa dan semacet apa. Dan saya yakin semua orang ingin punya minuman magic yang hanya minum saja langsung six pack.

Senyum

Cara terakhir untuk membangun quick trust adalah “Senyum”.

Ini yang mungkin paling gampang kita lakukan, tapi ampuh banget.

Coba saja kalau ngga percaya, ketemu orang baru kemudian senyum saja, otomatis orang tersebut akan merasa disambut dengan ramah, dan trust secara otomatis akan terbangun.

Orang tersebut saya yakin juga akan tersenyum kok, kecuali memang bentuk senyumannya lurus ya. (Ini bentuk senyuman kayak apa lagi nih ya.. ?)

So mulai sekarang perbanyak senyum dengan orang lain ya, tapi ingat! Jangan senyum-senyum sendiri!

Kesimpulan

Okay, kesimpulannya trust itu bisa dibangun dalam waktu singkat, yang disebut quick trust, yaitu kesan pertama ketika kita bertemu dengan orang.

Dan cara membangunnya dapat menggunakan kata-kata, yaitu dengan mencari kesamaan, kemudian menambahkan fakta-fakta, dan yang terakhir tersenyumlah.

So, gimana dengan kamu? Saya ingin dengar cerita kamu dalam membangun trust ketika pertama kali bertemu orang.

Tuliskan di kolom komentar di bawah ya.

Baca ini juga:

Leave a Comment

Rekrut Prospek Tanpa Ribet, Tanpa Memaksa, dan Tanpa Penolakan!

Mau tahu bagaimana cara saya menjaring ribuan prospek dan menghasilkan lebih banyak penjualan, tanpa mengganggu keluarga ataupun teman?

Copy link
Powered by Social Snap