Mengejar prospek itu sudah biasa, menolak prospek itu baru luar biasa

Selama ini mungkin kamu hanya diajarkan untuk terus-menerus mencari prospek.

Memang sih pada dasarnya kunci suksesmu sebagai pebisnis jaringan adalah dengan membangun banyak downline, yang artinya kamu bakal butuh banyak prospek.

Namun bila kamu yang terus-terusan mengejar prospek bahkan sampai ngarep banget dengan prospekmu, maka yang capek sendiri adalah dirimu.

Kamu ngga hanya capek fisik, tapi juga kadang baper sendiri menghadapi prospek-prospekmu.

Betul tidak?

Nah, kenapa ngga dibalik saja situasinya, bukan kamu yang mengejar-ngejar prospek, tapi prospekmu yang mengejar-ngejarmu?

“Memang bisa ya Pak Pid?”

Tentu bisa dong.

Yuk baca artikel ini hingga tuntas bila kamu ingin tahu caranya.

Conventional wisdom

Pernah ngga kamu mengenal istilah “Conventional Wisdom?”

Wisdom adalah hikmat, atau kebijaksanaan seseorang.

Wisdom lahir dari pengetahuan yang kemudian dipraktekan dalam pengalaman hidup secara terus-menerus, sehingga melahirkan hikmat atau kebijaksanaan.

So, conventional wisdom adalah hikmat konvensional, atau hikmat lama.

(Saya pakai kata wisdom saja ya biar lebih terasa modern ?)

Mengapa ada istilah seperti ini?

Karena wisdom sendiri itu berevolusi mengikuti perubahan jaman, perubahan aturan sosial, perubahan tingkah laku masyarakat, dll.

Wisdom lama bisa jadi ngga relevan lagi dengan jaman sekarang.

Contoh, di masa lalu, apalagi dalam kultur budaya saya sebagai orang tionghoa, menjodohkan anak kita dengan anak teman saya atau kerabat adalah hal biasa.

Mengapa? Karena di masa lalu kultur sosial kita adalah kultur komunal.

Artinya kekerabatan itu sangat penting.

Lebih baik anak dijodohkan dengan anak kerabat kita daripada dia memilih jodohnya sendiri.

Namun apakah itu relevan di masa sekarang?

NOPE, BIG NO!

Kultur sudah berubah! Sekarang ini kultur sosial sudah menjadi individual, artinya anak-anak berhak menentukan masa depannya sendiri.

Kehidupan anak adalah milik sang anak, masa depannya memang kita yang jaga, tapi pilihan hidupnya adalah pilihannya sendiri, kita ngga bisa memaksakan apapun yang jadi keinginan pribadi kita.

Budaya, dan aturan sosial berubah, demikian pula dengan hikmat atau wisdom.

Wisdom ikut berubah, wisdom ikut berevolusi mengikut perkembangan jaman.

Apakah kamu harus mengejar-ngejar prospek?

So, dalam bisnis jaringan, selama ini yang kebanyakan kamu dapatkan adalah pengajaran bahwa kamu harus terus mengejar-ngejar prospek.

Kamu harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya prospek dan kejar prospek itu hingga dapat.

Yes, wisdom tersebut memang berjalan, wisdom tersebut memang proven, tapi apakah relevan dilakukan di jaman sekarang?

Bisa iya, bisa tidak.

Kalau kamu hidup di desa, dimana orang-orang cenderung gaptek, maka wisdom diatas masih dapat berlaku.

Namun bila kamu tinggal di lingkungan dimana teknologi sudah jadi hal yang biasa, maka wisdom tersebut bisa jadi sangat tertinggal.

Memang sih kamu sebagai pebisnis jaringan harus terus mendapatkan prospek, karena itu kunci suskesnya bisnismu.

Namun bukan berarti kamu harus terus-menerus mengejar prospek.

Capeknya tuh di fisik dan mental loh bila terus-terusan melakukan hal tersebut.

Mengapa ngga membangun sistem yang dapat mendatangkan prospek langsung kepadamu?

Mengapa ngga menggunakan teknologi internet untuk melakukannya?

Saya ada sebuah E-book yang bisa kamu download gratis tentang bagaimana cara saya mendatangkan prospek lewat internet.

Kamu bisa membacanya dengan mengikuti Email Course saya disini.

Mindset seorang alpha

Pernah ngga kamu mendengar istilah Alpha Male?

Alpha male adalah istilah untuk menyebut seorang pemimpin yang paling dominan di kelompoknya.

Konsep alpha ini ngga hanya berlaku untuk pria loh ya, namun wanita juga bisa menjadi seorang Alpha.

Dalam dunia hewan-pun pasti ada seekor hewan yang menjadi alpha.

Contoh, dalam kelompok harimau.

Pasti ada seekor singa yang memimpin kelompok tersebut.

Meskipun di dalam kelompok tersebut ada lebih dari satu singa, namun pasti ada salah satu singa yang paling kuat, dan paling dominan yang menjadi pemimpin atau alpha di kelompok tersebut.

Demikian juga dengan kelompok manusia.

Kita cenderung akan mengikuti seorang Alpha, seorang pemimpin yang paling dominan, yang bisa jadi panutan, yang paling kuat, yang paling cerdas, dll.

Bahkan kamu sendiri bisa menjadi seorang Alpha bila kamu mau.

Nah biasanya seorang Alpha itu tahu bahwa dirinya kuat dan punya nilai.

Alpha tahu bahwa dirinya memiliki pengikut, atau follower yang memang membutuhkannya sebagai pemimpin.

Alpha ngga peduli dengan anggota kelompoknya yang tidak menyukainya, bila sang Alpha mengetahuinya maka yang dilakukannya adalah menghiraukan anggota tersebut.

Alpha ngga takut penolakan, karena dia tahu bahwa dirinya punya nilai, sehingga orang lain yang menolak yang akan rugi.

Alpha punya level confident yang tinggi, so biasanya mereka sangat tahan banting dan tetap tenang dengan situasi yang terjadi di sekitarnya.

Alpha tahu apa yang harus dilakukannya untuk mendapatkan goalnya.

So, sifat-sifat tersbut yang harus kamu miliki, bila kamu ingin menjadi seorang Alpha.

Alpha dalam bisnis jaringan adalah seseorang yang ngga perlu mengejar-ngejar prospek, namun justru prospeknya-lah yang mengejar-ngejarnya.

Alpha dalam bisnis jaringan adalah seseorang yang bodo amat bila ada prospek yang menolak, karena dia tahu masih banyak prospek yang menunggu di depannya.

Nah, seharusnya mindset seperti inilah yang harus ditanamkan dalam pikiranmu sebagai pebisnis jaringan.

Punya banyak prospek

Kebanyakan dari kamu biasanya yang mengejar-ngejar prospek, dan buruknya lagi, kamu mengejar-ngejar prospek hingga ngarep atau baper sendiri.

Ini biasanya yang kamu alami ketika pertama kali jatuh cintrong dengan seseorang. ?

Kamu biasanya ngarep dengan orang tersebut.

Kamu terus stalking orang tersebut, bahkan berusaha untuk chat habis-habisan.

Dan apabila dia ngga membalas chatmu, maka kamu akan baper 10 tahun lamanya. ?

Hal ini juga yang biasanya dialami oleh pebisnis jaringan, mereka yang biasanya mengejar-ngejar prospek hingga ngarep, bakal merasakan efek baper tersebut.

Sehingga bila sekali saja ditolak, mereka akan langsung ngedrop bahkan bisa jadi keluar dari bisnis ini.

Lalu apa yang harus dilakukan agar ngga ngarep dan baperan?

Kamu harus punya stok prospek yang tak terbatas

Yes, itulah salah satu caranya agar kamu menjadi seorang Alpha di bisnis jaringan.

Itulah caranya agar kamu jadi ngga baperan ketika memprospek orang.

Sama halnya bila kamu pedekate ke cowok atau cewek.

Ketika kamu hanya punya satu orang target, maka bila sekali saja dicuekin, maka kamu akan baper.

Karena apa?

Karena kamu takut kehilangan dia.

Karena dia satu-satunya targetmu.

Beda cerita bila kamu punya banyak pilihan, contoh saja 10 orang pilihan.

Bila satu saja target cuekin kamu, maka kamu masih punya 9 lainnya.

So santai saja, kamu masih punya banyak pilihan, kamu tinggal memilih mana yang paling sesuai dengan kriteriamu.

Demikian juga dalam bisnis jaringan, konsep seperti ini yang harus diterapkan.

Kamu harus punya banyak prospek agar tidak baperan.

Sehingga ketika salah satu prospek menolakmu, maka kamu ngga akan kuatir, karena kamu masih punya segudang stock prospek yang bisa kamu follow up nanti.

Justru ketika kamu punya banyak stock prospek, kamu seharusnya yang punya power untuk memilih prospek mana yang akan kamu terima sebagai anggota dan mana yang kamu tolak

Kamu bisa memilih prospek yang sesuai dengan kriteriamu.

So, sekarang kondisinya menjadi terbalik.

Bukan prospek yang memilihmu, namun kamu yang memilih prospek. Bukan prospek yang menolakmu, namun kamu yang menolak prospek.

Lalu bagaimana caranya untuk mendapatkan banyak prospek?

Menggunakan internet untuk menjaring prospek

Gunakan internet!

Yes, mungkin kamu ngga pernah terpikir untuk menggunakan internet sebagai jala untuk mendapatkan prospek.

Mengapa kamu bisa sampai ngga terpikir?

Karena adanya “conventional wisdom” tadi.

Selama ini kamu hanya diajarkan cara-cara lama untuk mendapatkan prospek, yaitu dengan mendata satu-persatu kontak teleponmu, kemudian menghubungi mereka satu-persatu.

Cara tersebut memang masih bisa berjalan, tapi ngga relevan dengan kondisi saat ini, dimana teknologi dan internet sudah begitu maju.

Internet bisa menjangkau banyak orang, bukan hanya di kotamu saja, namun bahkan seluruh Indonesia.

Bayangkan saja, jumlah penduduk di Indonesia di tahun 2018 ini adalah sekitar 262 juta penduduk, dan lebih dari 50% nya sudah terhubung dengan internet.

Yang artinya sekitar 143 juta penduduk sudah terkoneksi dengan internet.

Wow! Sebanyak itulah targetmu, sebanyak itulah prospek yang bisa kamu dapatkan.

So, internet bisa menjadi jembatanmu untuk menjaring prospek yang tak terbatas.

Nah, bila kamu ingin tahu bagaimana cara mendapatkan prospek tak terbatas menggunakan internet, kamu bisa mengikuti Email Course saya disini. Gratis!

Kesimpulan

Pembahasan kali ini menurut saya sangat menarik.

Saya sendiri menulis dengan menggebu-gebu banget, sampai habis segelas kopi. Hihihi.. ?

Nah, intinya kamu bisa membalikkan situasi.

Kamu bisa jadi pihak yang menolak prospek, bukannya yang terus-terusan ditolak.

Caranya yaitu dengan memiliki stock prospek yang tak terbatas, sehingga kamu punya pilihan yang banyak.

Sehingga kamu bisa memilih mana saja prospek yang sesuai dengan kriteriamu.

Meskipun ditolak, no problem, karena kamu sang Alpha yang tahu betul bahwa di depan kamu masih banyak prospek yang mengantri.

Dan untuk mendapatkan prospek yang tak terbatas, kamu bisa memanfaatkan internet.

Kamu bisa menggunakan internet untuk menjaring prospek sebanyak-banyaknya.

Caranya seperti apa? Ikuti Email Course saya.

It’s free!

Oh, ya bila kamu ada pertanyaan-pertanyaan atau ingin diskusi, please fill comment box dibawah ya.

Dengan senang  hati saya akan menjawab. ?

Baca ini juga:

2 thoughts on “Mengejar prospek itu sudah biasa, menolak prospek itu baru luar biasa”

  1. Pakpid, saya udah baca banyak bgt artikelnya yg menurut sy sgt bermanfaat untuk bisnis saya. Intinya dengan membangub trust di internet, prospek yang akan mendatangi kita.
    Saya mau langsung praktek,pakpid…apa yg pertama kali hrs saya kerjakan? Membuat Website pribadikah?

    Reply

Leave a Comment

Rekrut Prospek Tanpa Ribet, Tanpa Memaksa, dan Tanpa Penolakan!

Mau tahu bagaimana cara saya menjaring ribuan prospek dan menghasilkan lebih banyak penjualan, tanpa mengganggu keluarga ataupun teman?

Copy link
Powered by Social Snap