Jangan terus menerus mencari perusahaan MLM terbaik di Indonesia!

Sebelum bisnis yang sedang saya jalani berhasil, saya selalu mencari peluang-peluang bisnis baru yang lebih menggiurkan.

Yes, itulah masa lalu saya.

Saya sudah terjangkiti sindrom yang dikenal dengan sebutan shiny object syndrome.

Meskipun saya sudah bergabung di salah satu perusahaan MLM, saya terus-menerus mencari perusahaan mlm terbaik lainnya di Indonesia.

Dengan harapan, siapa tahu perusahaan MLM lainnya dapat memberikan keuntungan lebih baik.

Namun justru hal itulah yang membuat saya ngga pernah berhasil.

Karena saya ngga fokus untuk berhasil di satu perusahaan MLM dan malah berpindah-pindah ke perusahaan lainnya.

Tidak ada MLM terbaik di Indonesia

Teman-teman, tahu tidak, faktanya tidak ada perusahaan mlm terbaik di Indonesia.

Setiap perusahaan MLM punya kelemahan dan kelebihannya masing-masing, jadi menurut saya ngga ada gunanya juga untuk berpindah-pindah perusahaan.

Yang perlu kamu lakukan hanyalah memilih perusahaan yang tepat dan sehat, artinya perusahaan tersebut benar-benar stabil, memberikan kompensasi yang bagus, dan juga bukan money game.

Untuk dapat memilih perusahaan MLM yang benar dan sehat, kamu bisa baca panduannya disini.

Nah ketika kamu sudah menemukan perusahaan yang tepat, maka fokuslah di satu perusahaan tersebut sampai kamu berhasil.

Bila belum berhasil, saya sarankan untuk tidak berpindah ke perusahaan lainnya, kecuali kalau memang saat ini kamu berada di perusahaan MLM yang ternyata tidak sehat.

MLM dan produknya tidaklah penting

Ada dua fokus pada bisnis MLM, yang pertama adalah retailing atau berjualan produk, dan yang kedua adalah membangun jaringan.

Mungkin beberapa diantara kamu tidak setuju dengan pernyataan saya bahwa, “MLM dan produknya sebetulnya tidaklah penting.”

Untuk kamu yang memang fokus pada retailing saja, pernyataan saya akan menjadi “salah”, karena saya yakin kualitas produk memegang peranan penting dalam retailing.

Namun bagi saya, fokus saya adalah mencari downline yang benar-benar memiliki minat menjalankan bisnis MLM.

Bukan berarti saya mengatakan bahwa produk yang jelekpun tak jadi masalah loh.. Ketika saya gabung di perusahaan MLM, saya-pun juga melihat kualitas produknya.

Namun ketika kita berbicara tentang merekrut downline, produk dan perusahaan MLM itu tidaklah menjadi penentu orang mau bergabung atau tidak.

Berdasarkan pengalaman saya, kebanyakan prospek malah tidak terlalu memperdulikan produk atau apa perusahaan MLM saya.

Mereka yang ingin gabung di team saya adalah orang-orang yang benar-benar berniat menjalankan bisnis MLM, dan merubah hidupnya.

Jangan terlalu banyak alasan

So, bila sampai saat ini ada diantara kamu masih belum pecah telor mendapatkan downline.

Saya ingin katakan bahwa, jangan menyalahkan perusahaan ataupun produk MLM-nya bila kamu masih belum berhasil atau bahkan gagal.

Dan jangan terus-menerus mencari perusahaan MLM terbaik di Indonesia lainnya, dan berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.

Tidak ada yang salah dengan perusahaan MLM-mu, tidak ada yang salah dengan produknya, tidak ada yang salah dengan support sistemnya.

Ketika kamu belum berhasil, maka salahkan dirimu sendiri, dan kemudian pelajari apa yang salah, dan perbaiki.

Ketika kamu belum berhasil, maka salahkan dirimu sendiri.

Ketika kamu terus menyalahkan hal-hal lain diluar dirimu, maka secara tidak langsung itu menunjukkan bahwa kamu bermental “terlalu banyak alasan.”

Dari pengalaman saya, ternyata perusahaan MLM dan produknya tidak terlalu berpengaruh terhadap keputusan orang untuk bergabung denganmu atau tidak.

Bahkan banyak yang mau bergabung tanpa bertanya terlebih dahulu apa perusahaan MLM saya, apa produk yang disediakan perusahaan MLM saya, dll.

Mereka ingin bergabung bukan karena perusahaan ataupun produknya, tapi mereka ingin gabung karena memang mereka ingin berbisnis MLM dan karena “Ada Saya!”

Sayalah salah satu alasan mereka ingin bergabung!

Aset utama-mu adalah dirimu sendiri

Nah, mungkin kamu bertanya, “Kok bisa sih orang mau gabung tapi ngga begitu perduli dengan perusahaan dan produk MLM-nya?”

Jawabannya ada pada salah satu strategi yang saya gunakan, yaitu Personal Branding.

Dan ini adalah salah satu strategi yang mungkin dilupakan oleh banyak pebisnis MLM, padahal dampaknya begitu besar.

Aset utama dalam menarik prospek untuk gabung di bisnis MLM-mu adalah dirimu sendiri.

Dengan personal branding, artinya kamu memperkenalkan dirimu sebagai “sesuatu” kepada orang lain.

Dengan menjalankan personal branding yang tepat, maka orang-orang akan mengenalmu, orang-orang akan tahu siapa dirimu, dan goal akhirnya adalah, mereka akan dengan mudah menaruh trust kepadamu.

Saya ngga akan jelaskan strategi personal branding seperti apa yang saya gunakan disini, karena bakal terlalu panjang.

Di artikel ini saya hanya ingin menekankan bahwa perusahaan MLM dan produknya bukanlah alasan utama orang-orang bergabung di team kamu.

Jadi kamu ngga perlu terus menerus mencari-cari perusahaan MLM terbaik di Indonesia lainnya, dan berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain.

Karena menurut saya itu hanya buang-buang waktu dan fokusmu.

Mengenai strateegi personal branding di bisnis MLM, nanti akan saya bahas khusus di artikel lainnya.

Namun intinya, berdasarkan pengalaman saya, orang-orang yang mau bergabung di team saya adalah mereka yang memang tertarik pada saya, dan menaruh trust pada saya.

Bahkan tanpa saya ajak-pun, mereka dengan sengaja mengajukan diri untuk bergabung di team saya.

Seperti itulah kekuatan personal branding.

Kesimpulan

So, bila kamu merasa bahwa kamu sudah terlalu banyak alasan, dan terus menerus berpindah dari satu perusahaan MLM ke perusahaan MLM yang lain.

Stop saat ini juga!

Saya sarankan kamu untuk fokus di satu perusahaan dan jadikan dirimu berhasil disitu!

Ingat, bahwa dalam hal merekrut downline, pengalaman saya mengatakan bahwa, perusahaan MLM dan produknya bukanlah faktor utama penentu orang mau bergabung atau tidak, namun lebih sederhana dari itu.

Dirimulah sebetulnya penentunya!

Oleh karena itu saya selalu tekankan untuk membangun personal branding di bisnis apapun termasuk bisnis MLM, karena dampaknya luar biasa.

Ketika personal branding-mu sudah jadi, maka otomatis orang-orang yang akan datang menghampirimu untuk bergabung di bisnismu, bukan malah sebaliknya.

Bagaimana dengan teman-teman semua? Apakah ada diantarmu yang merasakan hal yang sama?

Share pengalamanmu dibawah dengan mengisi kolom komentar, dan bagikan kepada pebisnis MLM yang lain.

Bila kamu ada pertanyaan, langsung saja tuliskan pertanyaanmu di kolom komentar di bawah, atau kirim langsung ke email saya. ?

Baca ini juga:

8 thoughts on “Jangan terus menerus mencari perusahaan MLM terbaik di Indonesia!”

Leave a Comment

Rekrut Prospek Tanpa Ribet, Tanpa Memaksa, dan Tanpa Penolakan!

Mau tahu bagaimana cara saya menjaring ribuan prospek dan menghasilkan lebih banyak penjualan, tanpa mengganggu keluarga ataupun teman?

Copy link
Powered by Social Snap