Bagaimana bila perusahaan MLM mu tutup atau bangkrut?

Mungkin artikel kali ini agak kontroversial, tapi saya hanya ingin share apa yang ada di benak saya.

Pagi tadi saya baru saja membaca artikel, dan lagi-lagi dikabarkan bahwa beberapa perusahaan ritel kembali gulung tikar, tepatnya ada 12 perusahaan ritel yang bakal menutup usahanya.

Sebagian besar penyebab perusahaan-perusahaan tersebut gulung tikar adalah karena mereka sulit beradaptasi terhadap perubahan dunia..

Saat ini bisnis bergerak dengan sangat amat cepat, karena sudah didukung oleh teknologi dan internet.

Oleh karena itu, setiap individu dan perusahaan harus terus mau belajar, dan harus mampu beradaptasi dengan cepat.

Nah, bagaimana bila kenyataanya perusahaan MLM-mu tidak dapat bertahan cukup lama menghadapi perubahan dunia?

Bagaimana bila suatu saat perusahaan MLM-mu gulung tikar?

Pernah ngga kamu memikirkan hal tersebut?

Bukannya berpikiran negatif ya, tapi hal itu bisa saja terjadi.

Dan faktanya memang terjadi, ada beberapa perusahaan MLM yang memang tutup, entah karena legalitas, penipuan, ataupun karena faktor-faktor lainnya.

Lalu bagaimana bila hal itu terjadi?

Yuk simak pendapat saya mengenai hal ini.

Perusahaan MLM mu bukanlah bisnismu sendiri

Bukannya saya against MLM ya, karena jujur saya juga menjalankan bisnis ini.

Bisnis MLM adalah bisnis yang sangat oke bagi orang-orang yang ingin memiliki bisnis sendiri tanpa pusing-pusing memikirkan tetek bengek bisnis, seperti proses produksi, research & development, stock barang, distribusi barang, finansial dan lain sebagainya.

Even, Robert Kiyosaki-pun menyarankan untuk menjalankan bisnis ini─agar kita bisa berpindah dari kuadran Employee (E) ataupun Self-Employee (S) ke kuadran Business (B)

MLM juga dapat memberikan kita kebebasan finansial dan kebebasan waktu─tentunya hal itu bisa terjadi apabila kita bekerja keras dan berhasil membangun jaringan yang sukses.

Namun dibalik kenyamanan dan keunggulan bisnis MLM, terdapat beberapa kekurangan dari bisnis ini.

#1 Produk MLM bukanlah produkmu sendiri

Produk yang dijual oleh perusahaan MLM-mu bukanlah produkmu sendiri.

Jadi kamu hanya bisa pasrah terhadap apapun yang terdapat di dalam produknya.

Kamu tidak dapat memodifikasinya, ataupun menambahkan produk baru lagi.

Dan apabila produk-produk yang dijual akhirnya ditarik dari pasaran, atau jelek-jeleknya perusahaan MLM-mu gulung tikar, maka otomatis kamu tidak memiliki produk lain lagi untuk dijual.

Lalu kamu harus menjual apa? Darimana pendapatanmu?

#2 Kamu harus menaati aturan perusahaan

Yang kedua adalah, kamu tidak punya kontrol terhadap perusahaan MLM-mu.

Setiap kebijakan yang ada harus kamu taati, dan jika tidak, maka otomatis kamu akan mendapatkan sanksi.

Hal ini juga saya alami ketika ingin memasarkan produk-produk MLM menggunakan internet.

Saya tidak dapat dengan bebas memasarkan produk ataupun peluang usahanya, karena adanya aturan-aturan yang harus saya taati.

Dan jujur aturan-aturan tersebut menghambat saya dalam memasarkan produk atau peluang bisnisnya.

So, you have to follow the rule. Titik.

#3 Downlinemu bukanlah milikmu

Downline itu bagaikan jaringan distribusi produk.

Semakin banyak downline, maka komisi penjualan yang kamu dapatkan juga akan semakin tinggi.

Namun downlinemu seluruhnya dibawah perusahaan MLM atau menjadi milik perusahaan MLM.

Bila kamu keluar dari perusahaan MLM, maka kamu ngga bisa serta merta menarik seluruh downlinemu.

Banyak perusahaan MLM yang memiliki aturan hukum yang akan memberatkan kamu jika kamu menarik downlinemu untuk keluar dari perusahaan dan berpindah ke perusahaan MLM lainnya.

Dan bila demikian, maka otomatis ketika kamu keluar dari perusahaan MLM, maka kamu harus memulai semuanya dari nol lagi.

#4 Resiko apabila perusahaan MLM bangkrut atau tutup

Ini seperti yang saya pikirkan sebelumnya.

Bagaimana bila suatu saat perusahaan MLM-mu tutup atau gulung tikar?

Jaringan yang sudah berhasil kamu bangun bertahun-tahun ikut hancur, dan otomatis pendapatanmu juga ikut berhenti total.

Bukannya saya menakut-nakuti, namun faktanya, hal ini bisa terjadi.

Punya kontrol penuh terhadap bisnismu

Melihat fakta-fakta tersebut, lalu muncullah pertanyaan di kepala saya, “Sebetulnya bisnis seperti apa sih yang seharusnya saya jalankan?”

Tentunya, saya ingin bisnis yang saya jalankan, sepenuhnya ada di tangan saya.

Saya punya kontrol penuh terhadap bisnis saya.

Bila saya ingin menambahkan produk baru, maka saya dapat dengan mudah menambahkannya.

Bila saya ingin memodifikasi produk yang sudah ada, maka saya dapat dengan mudah memodifikasinya.

Bila saya ingin menambahkan atau merubah aturan perusahaan, maka saya dapat melakukannya tanpa terkena sanksi apapun.

Intinya, saya ingin bisnis saya sepenuhnya berada dibawah kontrol saya.

Sukses, atau gagalnya bisnis saya ada di tangan saya, dan tidak bergantung pada faktor eksternal lainnya.

Nah, ketika kamu hanya memasarkan peluang bisnis perusahaan MLM, dan produk-produk dibawah perusahaaan MLM, maka secara tidak langsung kamu hanya pasrah terhadap apa yang dilakukan perusahaan tersebut.

Kamu tidak memiliki kontrol penuh terhadap bisnismu.

Dan apabila suatu saat perusahaan MLM tersebut gulung tikar, kamu-pun secara otomatis juga ikut gulung tikar.

Harus bagaimana?

Menjalankan bisnis MLM sepenuhnya bukanlah hal yang salah.

Karena bila berhasil membangun jaringan yang suskes, maka bisnis MLM dapat memberikanmu kebebasan finansial dan waktu.

Namun ketika kamu bergantung sepenuhnya terhadap perusahaan MLM, itu sama halnya kamu bekerja sebagai karyawan perusahaan─bedanya hanya jam kerjamu lebih fleksibel dan bebas.

Bila jelek-jeleknya suatu saat perusahaan MLM-mu tutup atau gulung tikar, maka otomatis penghasilanmu juga ikut terhenti.

Jaringan yang sudah kamu bangun bertahun-tahun juga akan ikut hancur.

Menjalankan bisnis MLM dan memasarkan peluang bisnisnya tidaklah salah.

Namun saya hanya menyarankan untuk membangun bisnis MLM dengan strategi yang berbeda dari yang lain.

Bisnis yang kamu bangun harus bisnis yang sepenuhnya berada dibawah kontrolmu, sehingga hidup dan nasib bisnismu ngga bergantung pada perusahaan MLM-mu.

Saat ini saya sedang menjalankan strategi tersebut─mungkin ada diantara kamu yang menyadarinya.

Dan saya ingin sekali dapat berbagi tentang strategi ini kepada kamu yang serius ingin menerapkannya di bisnis MLM.

2 thoughts on “Bagaimana bila perusahaan MLM mu tutup atau bangkrut?”

  1. Saya mau belajar strategi yang pakpid ingin bagikan dan ingin menerapkannya dibisnis MLM yg saya jalani saat ini

    Reply

Leave a Comment

Copy link
Powered by Social Snap