Punya sedikit subscriber, justru lebih baik

Kamu pernah dengar nama Robert Browning tidak..? Kalau istilah “Less is more” pernah dengar tidak..?

Well, kalimat “Less is more” pertama kali muncul dalam puisi yang ditulis oleh Robert Browning, kira-kira sekitar abad ke-19.

Dan kalimat ini sering sekali digunakan untuk mendeskripsikan apapun yang minimalis, terutama pada hal-hal yang memiliki nilai estetika..

..seperti arsitektur, desain interior, dan desain grafis.

Semakin minimalis, maka semakin bagus.

Bukan hanya di bidang arsitektur, dan desain saja.. namun kamu juga dapat menerapkan minimalism dalam email marketing.

Maksudnya seperti apa?

Saya akan jelaskan sebentar lagi..

Semakin banyak subscriber, maka semakin bagus. Kata siapa?

Mungkin kedengaran kontroversial ya.. but it’s true..

Saya memberikan pernyataan bukan untuk ditelan mentah-mentah ya.. tapi ada beberapa parameter yang menjadi pertimbangannya.

Sekarang saya mau tanya..

Dari seluruh subscriber yang kamu punya, berapa persen yang selalu membuka emailmu?

Berapa persen yang selalu klik link yang ada di emailmu?

Berapa persen yang selalu mereply emailmu?

Jika jumlahnya sedikit, maka sudah saatnya kamu menerapkan less is more.. alias bersih-bersih list.

Melawan spam filter

Tahu tidak, apa sih musuh terbesar kita sebagai email marketer?

Ada yang bisa jawab..

Yes, betul.. Spam Filter.

Setiap ISP, seperti gmail, yahoo, hotmail, dll pasti memiliki spam filter.

Tugas dari spam filter ini adalah untuk mengecek emailmu, apakah email tersebut layak untuk dimasukkan ke dalam spam atau tidak.

Jika emailmu masuk spam, bukan berarti hari itu kamu sedang ngga hoki..

Tapi memang karena emailmu bermasalah.

Bisa jadi karena struktur HTML nya.. bisa jadi karena url linknya.. bisa jadi karena imagenya..

Namun menurut saya, hal yang paling menentukan emailmu masuk ke spam atau tidak adalah engagementnya.

Seberapa banyak sih orang yang membuka emailmu.

Seberapa banyak sih orang yang mengklik link yang ada pada emailmu.

Seberapa banyak sih orang yang reply emailmu.

Jika jumlahnya semakin banyak, maka itu adalah indikator bahwa emailmu “dapat dipercaya”.

Akibatnya apa..

Akibatnya.. ISP tidak akan memasukkan emailmu ke dalam spam.

Oke.. sekarang bayangkan saja kamu punya 1000 subscriber.

Setiap kali kamu mengirimkan email ke 1000 orang, hanya 50 orang yang membuka email tersebut, atau hanya sekitar 5%.

Well, itu jumlah yang sangaaat kecil ferguso..

Sekarang bayangkan saja..

Apa yang ada di benak ISP jika setiap kali kamu mengirimkan email.. hanya sedikit orang yang engage.

Tentu saja.. ISP mu pasti berpikir.. email yang kamu kirimkan tidak bisa dipercayai.

Sehingga ISP tersebut akan memberikan “trust value” kecil terhadap emailmu.

Yang akhirnya.. hal itu akan menjadi penilaian ISP apakah emailmu layak masuk spam atau tidak.

Semakin kecil jumlah engagement, maka semakin besar kemungkinan emailmu akan masuk spam.

Oleh karena itu konsep less is more sangat penting.

Lebih baik, kamu memiliki sedikit subscriber, namun semuanya engage.. daripada punya banyak subscriber, namun engagementnya kecil.

Let’s Recap

Intinya jangan berpikir punya subscriber banyak itu bagus.

Well, yes.. subscriber banyak itu bagus, asal engagementnya juga tinggi.

Tapi jika ternyata engagementnya rendah, siap-siap saja emailmu masuk ke spam.

So, menurut saya, lebih baik punya subscriber kecil, tapi sebagian besar engage, karena hal itu bakal menentukan nasib emailmu.. apakah masuk spam atau tidak.

Oleh karena itu, sangat penting untuk terus memantau list hygiene, atau kebersihan listmu.

Lakukan bersih-bersih setiap saat.. hapus subscriber yang punya engagement rendah, hapus email yang mengalami hard bounce, dan lain sebagainya.

P.S: Jagalah kebersihan! 🙂

Leave a Comment

Copy link
Powered by Social Snap