Rumus rahasia agar subscribermu membeludak

Semenjak sering di rumah, istri saya jadi sering masak yang aneh-aneh.. mulai dari bolang-baling, martabak manis, topokki, dan lain-lain.

Pokoknya macem-macem deh..

Suatu hari dia masak makanan yang bikin saya hepi, karena jujur.. saya suka banget sama makanan ini..

Yaitu “Udon”.

Ceritanya sih, istri saya pengen bikin udon seperti di Marugame Udon.

Btw ini bukan endorse loh ya..

Percobaan pertama, lumayan berhasil.. rasanya udah mirip.. namun menurut saya masih terlalu asin.

Plus, porsi masakannya terlalu banyak, sehingga bukannya puas.. tapi malah jadi eneg.

Seminggu kemudian, istri saya mencoba lagi dengan resep yang sudah dimodifikasi.

Porsinya sudah pas.. namun kali ini malah kurang asin.

Akhirnya saya tambahkan sendiri totole..

Tahu totole kan? Kalau ngga tahu, coba tanya emak, atau cari di google ya.. hehe..

Minggu depannya, istri saya mencoba lagi.. tentu saja dengan resep yang sudah dimodifikasi lagi.

Well.. akhirnya pada percobaan ketiga, rasanya sudah pas..

Istri saya langsung mengambil kertas.. menulis ulang resepnya, dan memasukannya ke dalam binder.

Lumayan lah, dapat 1 resep marugame udon..

Sekarang, ngga perlu lagi ke mall, kalo lagi pengen udon.. hehe..

Nah.. apa yang bisa dipetik dari cerita diatas?

Menemukan resep atau formula yang tepat itu tidaklah mudah.

Karena kamu harus mencoba beberapa kali, barulah kamu menemukan perpaduan yang pas.

Kamu harus gagal berulang kali, barulah menemukan resep yang pas.

Dalam email marketing, ada satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan.. yaitu mendapatkan subscriber atau leads.

Karena tanpa leads, email marketing ngga akan bisa berjalan.

Coba bayangkan saja kalau kamu tidak punya leads..

Kamu mau kirim email ke siapa? Ke dirimu sendiri..? Hehe..

Namun untuk mendapatkan banyak leads, tentu saja ada rumusnya.. tentu saja ada resepnya.. tentu saja ada formulanya..

So, daripada kamu repot-repot mencoba ini itu.. mending kamu mengikuti formula yang sudah saya terapkan selama beberapa tahun.

Formula ini terbukti dapat meningkatkan opt-in rate.

Ketika opt-in rate-mu naik, tentu saja jumlah subscribermu juga akan meningkat drastis.

So, ngga usah berlama-lama lagi..

Inilah formulanya..

V = Value

Seseorang yang telah menjadi followermu, pasti sudah paham value-value yang kamu bakal kamu berikan untuk mereka.

Contoh saja blog ini..

Kamu mengikuti saya karena tahu bahwa saya akan terus memberikan value tentang email marketing dan copywriting..

Betul tidak?

Nah, sekarang saya ingin tanya..

Apa sih yang ada di pikiranmu ketika melihat Opt-In yang ada di blog saya?

Apa sih yang ada di benakmu, ketika mendaftar?

Jika kamu berpikir bahwa saya akan mengirimkan email-email “keren” tentang email marketing dan copywriting, berarti saya sudah berhasil menanam persepsi di pikiranmu.

Persepsi ini terbentuk dari akumulasi value-value yang terus saya berikan kepada audience saya, baik itu lewat blog, email, podcast, instagram dan lain sebagainya.

Persepsi seperti inilah yang menentukan apakah seseorang akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan email mereka melalui Opt-In, atau mengabaikannya saja.

I = Incentive

Boleh ngga saya minta emailmu? Nanti saya tukar dengan permen deh.. ๐Ÿ™‚

Mungkin bagi sebagian besar orang, hal itu tidaklah fair?

Masa email ditukar dengan permen.. tidak sebanding dong nilainya..

Well, kamu benar..

Email itu sangat personal, seperti nomor telepon..

Oleh karena itu, jika kamu meminta alamat email dari audiencemu, maka kamu juga harus memberikan insentif yang sebanding.

Jika insentif yang kamu berikan tidak sebanding, maka bisa dipastikan mereka akan mengabaikan Opt-In mu.

Insentif ini berbicara tentang Lead Magnet, yaitu sesuatu yang kamu berikan kepada audiencemu, sebagai ganti mereka memberikan alamat email.

Semakin tinggi nilai lead magnetmu, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan email mereka.

F = Friction

Pernah ngga sih kamu nonton film bioskop di website-website streaming? Hehehe..

Sayangnya hampir semua website sudah di block sekarang.. ๐Ÿ™‚

Sebetulnya, cukup nyaman sih nonton film di website tersebut.. karena kita ngga perlu keluar duit untuk pergi ke bioskop. Betul tidak?

Tapi buat saya, ada satu hal yang cukup bikin bete sih..

Yaitu, ketika sedang seru-serunya nonton, tiba-tiba muncul popup iklan..

Dan hal itu tidak terjadi sekali, dua kali, tapi berkali-kali..

Kadang jika filmnya kurang seru, saya langsung tutup websitenya.. Ngga sabar euy.. Hehe..

Iklan di website tersebut disebut Friction.. karena sangat mengganggu audience, bahkan dapat membuat audience pergi dari website tersebut.

Nah, ngomong-ngomong soal Opt-In nih..

Salah satu yang dapat menghambat seseorang untuk mendaftarkan email mereka adalah friction yang ada di Opt-In tersebut.

Kadangkala kita tidak sadar bahwa ternyata ada satu, atau dua elemen yang ternyata mengganggu audience kita.

Sebagai contoh.. memasang terlalu banyak gambar.

Terlalu banyak gambar dapat membuat audience kita tidak fokus pada Opt-In kita, oleh karena itu usahakan Opt-In sebisa mungkin minim gambar.

Contoh lain lagi.. tombol “Daftar” yang kurang terlihat..

Ini juga bisa jadi friction atau penghalang seseorang untuk mendaftarkan email mereka.

Nah, pembahasan friction tentu saja bisa sangat panjang..

Mungkin nanti saya akan lanjutkan bahas di artikel berikutnya.

R = Risk atau Risiko

Jika seseorang masih merasa mengambil risiko ketika mendaftarkan email mereka.. maka hal itu dapat menurunkan Opt-In ratemu.

Mungkin orang tersebut takut jika nanti kamu mengirimkan spam kepada..

Mungkin orang tersebut takut jika nanti kamu mengirimkan hal-hal yang tidak pantas kepada mereka..

Atau mungkin orang tersebut takut jika nanti kamu mengirimkan promo-promo tidak jelas kepada mereka..

Semakin tinggi tingkat risiko yang mereka bayangkan, maka semakin menurun Opt-In rate-mu.

Oleh karena itu kamu harus berusaha mengurangi tingkat risikonya..

Salah satu contohnya, yaitu dengan membuat website yang terlihat profesional.

Semakin terlihat profesional, maka semakin meningkat pula level kepercayaan pengunjung website.

Contoh lain lagi adalah social proof.

Semakin banyak social proofnya, entah itu komentar positif, testimoni, dan lain sebagainya.. maka akan semakin meningkatkan level kepercayaan pengunjung website, serta menurunkan tingkat risiko.

Okay.. So, Let’s Recap

So.. untuk meningkatkan Opt-In ratemu, maka ada empat faktor penting yang harus kamu perhatikan, yaitu Value, Incentive, Friction, dan Risk.

Rumusnya sebetulnya sederhana sekali..

Value, dan Incentive adalah dua hal yang harus kamu tingkatkan.

Sedangkan Friction dan Risk, adalah dua hal yang harus kamu turunkan.

That’s it!

So mulai fokuslah pada empat hal diatas.

Dan coba terus bereksperimen..

Saya sangat yakin, ketika kamu mengikuti rumus diatas, maka Opt-In Rate mu pasti akan meningkat drastis.

Semoga bermanfaat.. ๐Ÿ™‚

Jika teman-teman ingin diskusi, ataupun bertanya sesuatu, silakan tuliskan saja di kolom komentar di bawah ya..

Baca ini juga:

Leave a Comment

Copy link
Powered by Social Snap