Bahaya “shiny object syndrome” jangan sampai kamu tertular!

shiny object syndromeSaya pernah menjalankan beberapa macam bisnis, beberapa bisa berjalan, tapi banyak juga yang gagal.

Bisnis yang pertama kali saya jalankan adalah bisnis MLM, dan bisa kalian tebak.. bisnis tersebut gagal.

Setelah itu saya bekerja sebagai karyawan kantoran.

Meskipun saya sudah mendapatkan pendapatan tetap dari perusahaan, namun dalam diri saya selalu muncul keinginan untuk menambah income stream lain lewat berbisnis.

Setelah membaca artikel-artikel bahwa kita bisa mendapatkan banyak uang lewat internet, lalu saya memutuskan untuk belajar internet marketing.

Belum juga mendapatkan keuntungan dari internet marketing, lalu saya memberanikan diri jual beli Hot Wheels, hal itu saya lakukan setelah melihat teman saya sukses menjalankan usaha tersebut.

Saya membeli beberapa dus Hot Wheels untuk saya jual kembali, namun ternyata keuntungan yang saya dapatkan ngga seberapa, malah faktanya, saya rugi.

Kemudian saya ingat kembali tentang internet marketing, dan saya mulai mencari jenis bisnis online lain yang menguntungkan.

Dan ngga sengaja saya menemukan sebuah forum internet marketing.

Disana ada seseorang yang bercerita kisah suksesnya membangun blog dan mendapatkan pendapatan fantastis lewat Google Adsense.

Spontan dong, emosi saya meluap kegirangan.

Saya kemudian mulai menjalankan beberapa blog sekaligus.

Pengennya sih bisa sukses di bisnis ini.

Beberapa bulan saya lalui, dan saya hanya mendapat $1 atau $2 dari blog saya.

Bila dihitung-hitung sih, saya tetap rugi.

Selanjutnya saya melihat teman saya yang berhasil menjalankan Affiliate Marketing, dan kemudian tanpa basa-basi saya langsung ikut-ikutan menjalankannya.

Lalu apakah saya berhasil di Affiliate Marketing?

Ngga.

Karena bisa kamu tebak, beberapa bulan kemudian saya pindah lagi ke bisnis yang lain.

Siklus seperti ini terus berlangsung selama beberapa tahun.

Kadang saya pindah ke bisnis baru, kadang saya kembali menjalankan bisnis lama.

Namun siklusnya tetap sama, saya terus berpindah-pindah mengejar peluang emas, atau istilahnya “Shiny Object”

Kondisi diatas membuat saya terjangkit sebuah penyakit yang terkenal dengan sebutan, “Shiny Object Sindrome.

Apa itu shiny object syndrome?

Kalau definisi sederhana ala saya sih..

“Sindrom yang dapat dengan mudah mengalihkan perhatian kamu kepada hal-hal lain yang lebih menguntungkan atau istilahnya Shiny Object.”

Intinya, ketika terjangkiti sindrom ini, kamu dapat dengan mudah teralihkan dari satu peluang, ke peluang emas yang lain, meskipun kamu belum berhasil di hal yang sedang kamu jalankan sekarang.

Sebetulnya sindrom ini bukan hanya ada di bisnis saja loh, tapi juga pada hal-hal lain.

Contohnya, bila kamu sedang ingin menguruskan badan, dan kebetulan kamu menemukan buku OCD Diets.

Lalu, beberapa minggu kamu menjalankan diet tersebut, dan memang sih berat badan turun sedikit.

Di sela-sela waktumu, kemudian kamu iseng-iseng browsing di internet, dan menemukan artikel tentang Ketogenic Diet, beserta beberapa testimoni orang-orang yang sudah berhasil menjalankan diet tersebut.

Kemudian kamu berpikir, “Hmm, boleh nih, siapa tau berat badan gue bisa turun cepet dengan diet ini!”

Dan besoknya kamu langsung stop diet OCD dan kemudian menjalankan diet ketogenic.

Well, cerita diatas sepertinya terkesan biasa ya, namun justru akan membentuk mental kita menjadi tidak baik.

Karena dengan membiasakan hal tersebut, lama kelamaan kita ngga sadar bahwa kita ternyata sudah terjangkiti shiny object syndrome.

Bahaya shiny object syndrome

Oke, sekarang mari kita lihat, apa saja sih bahaya dari sindrom ini.

#1 Sulit berhasil dalam bidang apapun

Well, inilah yang saya alami sebelumnya.

Bisa dikatakan saya ngga pernah berhasil.

Karena apa?

Karena saya terus berpindah dari satu peluang ke peluang yang lain, meskipun apa yang saya kerjakan saat ini belum berhasil.

Bagaimana bisa berhasil, lha wong belum berhasil saja saya sudah berpindah ke peluang yang lain.

Gampang beralih ke peluang yang lain juga membuat kamu ngga fokus mengerjakan sesuatu.

Dengan kurangnya fokus, maka hasil yang kamu dapatkan juga ngga banyak, bahkan bisa jadi ngga ada hasil sama sekali.

#2 Tidak pernah belajar dan ditempa

Ketika menjalankan sesuatu dan kamu merasa belum mendapatkan hasil, yang harus kamu lakukan adalah “Keep Going.”

Jangan berhenti, dan terus jalani, dan cari strategi lain sampai kamu berhasil.

Sedangkan bila kamu terjangkiti sindrom ini, sudah pasti kamu akan langsung mencari peluang lain, karena kamu merasa belum mendapatkan hasil apapun.

Ini yang membuat kamu ngga pernah belajar sesuatu.

Belum mendapatkan hasil, bukan berarti kamu gagal.

Gagal itu bila kamu stop menjalankan usahamu.

Ketika kamu terus keep going dan ngga menyerah menjalankan usahamu, maka sudah pasti kamu akan belajar banyak hal.

Kamu akan belajar strategi lain.

Kamu akan belajar pantang menyerah.

Kamu akan belajar fokus.

Kamu akan belajar mindset yang benar.

Dan lain sebagainya.

#3 Mental instan

Inilah jenis mentalitas yang paling saya ngga suka, yaitu mentalitas instan.

Mentalitas ini menurut saya paling bahaya, karena segala sesuatu harus didapatkan dengan instan.

Dan mentalitas seperti ini lama kelamaan akan terbentuk ketika kita membiarkan shiny object sindrome menjangkiti pikiran kita.

Mau kurus, harus bisa instan.

Mau hilang jerawat, harus bisa instan.

Mau bisa bahasa inggris, harus bisa instan.

Mau sukses bisnis, harus bisa instan.

Well, kenyatannya ngga demikian.

Semuanya perlu proses.

Ketika menjalankan sebuah bisnis selama beberapa waktu dan belum berhasil, orang-orang yang terjangkiti shiny object syndrome akan berpikir bahwa bisnis mereka telah gagal.

Dan ketika menemukan peluang baru, maka bisnis yang sekarang akan langsung ditinggalkan, dan kemudian mereka akan langsung mengejar peluang yang baru.

Dan siklus yang sama akan berlanjut di bisnis-bisnis berikutnya.

Mengapa bisa demikian? Karena mereka ngga sabaran! Mereka berpikir bahwa membangun bisnis itu bisa dilakukan dengan instan dan tanpa usaha keras.

Dan mental seperti itu menurut saya sangat bahaya, karena bakal membuat kita ngga akan pernah berhasil.

Bagaimana cara mengobatinya?

Well, lalu bagaimana untuk mengobati sindrom ini..

#1 Hilangkan mentalitas instan

Seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwa “Mental instan” adalah mentalitas yang berbahaya.

Oleh karena itu, mental inilah yang pertama kali harus dibenahi.

Yang perlu kamu tanamkan di pikiranmu adalah, bahwa untuk mendapatkan apapun itu, semuanya perlu proses, dan tidak bisa instan.

Bisnis itu seperti bayi, yang harus dijaga, dan dipelihara.

Kita perlu mengeluarkan uang untuk membeli keperluan bayi kita, merawat dengan hati-hati, sehingga bayi kita ini bisa bertumbuh dan menjadi dewasa.

Demikian juga dengan bisnis.

Bisnis-pun perlu perhatian dan perlakuan khusus.

Kadang kita perlu mengeluarkan uang untuk memelihara dan memenuhi kebutuhan bisnis kita.

Well, itu adalah hal yang wajar, karena kita ingin melihat bisnis kita terus bertumbuh menjadi bisnis yang dewasa.

Kadang kita merasa bahwa bisnis kita belum memberikan hasil apapun, namun terus tanamkan di pikiran kita bahwa, agar bisnis kita bisa bertumbuh, maka kita perlu waktu untuk memelihara dan menjaga pertumbuhannya.

#2 Mulai dari apa yang ada

Shiny object syndrome biasanya membuat kita lupa dengan apa yang ada sekarang.

Ketika ada peluang bisnis lainnya yang lebih menggiurkan, kita cenderung akan teralihkan dan meninggalkan apa yang sedang kita kerjakan saat ini.

Meskipun apa yang sedang kita jalankan belum memberikan hasil.

Yang perlu kamu lakukan adalah terus fokus pada apa yang kamu kerjakan saat ini.

Fokus dan “Keep Going”, sampai usahamu berhasil.

#3 Lupakan segera

Bila ada peluang bisnis lain yang lebih menggiurkan menghampirimu, maka kamu perlu ingat kembali apa yang sudah kamu kerjakan di bisnismu saat ini.

Berapa effort yang sudah kamu keluarkan untuk membesarkan “bayimu.”

Bila memang peluang baru tersebut mengganggumu, maka “Segera lupakan.”

Kesimpulan

Well, mengejar peluang bisnis baru tidaklah salah.

Tidak ada salahnya kita menambah income stream lainnya.

Namun yang perlu diwaspadai adalah ketika kita “gampang sekali” teralihkan kepada peluang bisnis lain yang lebih menggiurkan, padahal kita belum berhasil mengerjakan apa yang ada di tangan kita saat ini.

Sindrom seperti ini akan membuat kita sulit berhasil dalam hal apapun, membuat kita tidak pernah belajar hal-hal baru, dan membentuk mentalitas kita jadi mentalitas instan yang sangat berbahaya.

Yang perlu kita lakukan untuk mengatasi sindrom ini adalah dengan menghilangkan mental instan, dan mulai berpikir bahwa usaha yang kita kerjakan sekarang ini seperti usaha kita membesarkan bayi.

Perlu waktu, perlu pengorbanan, perlu biaya, dan perlu perhatian ekstra.

Hal lain yang perlu kita lakukan adalah “Keep Going”, terus berusaha, dan ngga menyerah hingga apa yang kita kerjakan sekarang “berhasil.”

So, bagaimana dengan teman-teman?

Apakah ada diantara kamu yang juga merasakan pernah terjangkiti sindrom ini, atau mungkin kamu sedang mengalaminya sekarang?

Share pengalamanmu dan pertanyaanmu pada kolom komentar dibawah ya.. ?

Baca ini juga:

Leave a Comment

Rekrut Prospek Tanpa Ribet, Tanpa Memaksa, dan Tanpa Penolakan!

Mau tahu bagaimana cara saya menjaring ribuan prospek dan menghasilkan lebih banyak penjualan, tanpa mengganggu keluarga ataupun teman?

Copy link
Powered by Social Snap